Keluarga Bianchi akan gugat FIA, Marussia, dan F1

Sumber gambar, AFP
Keluarga mendiang pembalap Formula 1, Jules Bianchi, akan mengajukan gugatan hukum terkait kematiannya tahun lalu.
Pembalap asal Prancis di Tim Marussia itu menderita cedera berat di bagian kepala ketika bertabrakan dengan truk derek di Grand Prix Suzuka, Jepang, pada Oktober 2014.
Dia sempat dirawat secara intensif di rumah sakit namun meninggal dunia 17 Juli 2015.
- <link type="page"><caption> Vettel persembahkan kemenangan untuk Bianchi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/07/150726_olahraga_vettel_balap" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Penghormatan terakhir bagi pembalap F1 Jules Bianchi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/07/150721_olahraga_pemakaman_bianchi" platform="highweb"/></link>
Firma hukum Inggris, Stewarts Law, yang mewakili keluarga Bianchi mengatakan akan menggugat otorita balap mobil FIA, Tim Marussia, dan unit usaha Formula One milik Bernie Ecclestone.
"Kematian Jules Bianchi bisa dihindarkan," kata penasehat hukum Julian Chamberlayne.

Sumber gambar, All Sport
Keluarga Bianchi yakin tindakan dari salah satu pihak tergugat, atau ketiganya, mungkin menjadi faktor dalam menyebabkan kecelakaan tersebut.
Mereka berpendapat ada kesalahan dalam 'perencanaan, waktu, organisasi, dan pelaksanaan balapan' yang dianggap berlangsung 'dalam kondisi berbahaya mada masa topan di Jepang'.
"Kami ingin mencari keadilan untuk Jules dan ingin mendapatkan kebenaran tentang keputusan yang menyebabkan kecelakaan putra kami," kata ayah Jules, Philippe Bianchi.
"Amat banyak pertanyaan yang tidak terjawab dan kami merasa bahwa kecelakaan dan kematian Jules bisa dihindari jika serangakaian kesalahan tidak terjadi."
Jules Bianchi merupakan pembalap F1 yang tewas akibat kecelakaan dalam balapan sejak pembalap Brasil, Ayrton Sena, tahun 1994.
Sejauh ini belum ada respons dari tiga pihak yang digugat oleh keluarga Bianchi.











