Ancaman larangan tanding seumur hidup di badminton

Badminton

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Peraturan baru mencakup semua pihak yang terlibat dalam badminton.

Federasi Badminton Dunia, BWF, akan menerapkan peraturan yang lebih tegas untuk mengatasi kemungkinan pengaturan pertandingan dan perjudian gelap.

Dalam anggaran dasar baru yang diumumkan Kamis 24 Maret, akan diberlakukan larangan tanding atau terlibat badminton seumur hidup bagi yang pihak-pihak yang 'melakukan korupsi' di badminton.

"BWF berkomitmen untuk membersihkan olahraga ini dan peraturan tersebut berlaku untuk semua orang dalam badminton," seperti tertulis dalam pernyataan Sekjen BWF, Thomas Lund.

  • <link type="page"><caption> Menikmati pertandingan, kunci Praveen/Debby juarai All England</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/03/160313_olahraga_praveen_debby_juara" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Tekuk Thailand, tim putra Indonesia raih emas badminton</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/06/150612_olahraga_seagames_badminton" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Lee Chong Wei gantung raket bila terbukti bersalah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/03/150311_bulutangkis_lee_malaysia" platform="highweb"/></link>

Selain itu, BWF juga menetapkan bahwa 'tidak melaporkan sebuah kesalahan atau tidak bekerja sama dengan penyelidikan BWF' dianggap sebagai sebuah pelanggaran.

"Kami bisa meminta wawancara dengan semua orang dalam cabang ini dan meminta semua terduga untuk menyerahkan telepon genggam, komputer jinjing, dan catatan telepon," tambah Lund.

Peraturan yang lebih ketat ini diberlakukan menyusul terungkapnya pengaturan hasil pertandingan di cabang tenis beberapa waktu lalu.

Dalam Olimpiade London 2012, cabang badminton mendapat kecaman karena di nomor ganda perempuan, pasangan Cina, Korea Selatan, dan Indonesia malah berupaya untuk kalah agar menghadapi lawan yang lebih ringan di babak berikut.

BWF kemudian memutuskan untuk menggugurkan kedelapan pemain tersebut.