Ketegangan Rusia-Turki 'meluas' ke sepak bola

Dmitri Tarasov

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Dmitri Tarasov membela keputusan memamerkan kaus dalam bergambar Putin.

Seorang pemain sepak bola Rusia 'mengejek' para pendukung Turki dengan membuka kausnya untuk memperlihatkan gambar Presiden Vladimir Putin selepas pertandingan di Istanbul, Turki.

Gelandang Lokomotiv Moscow, Dmitri Tarasov, memperlihatkan kaus dalam yang bergambar Presiden Putin mengenakan topi Angkatan Laut dengan tulisan 'presiden yang paling sopan'.

Sebuah surat kabar Turki, Yeni Safak, menggambarkan langkah itu sebagai 'provokasi Putin'.

Pertandingan di Liga Eropa itu, yang dimenangkan tuan rumah Fenerbahce dengan angka 2-0, agaknya menjadi pertandingan penting setelah <link type="page"><caption> Turki menembak jatuh pesawat tempur Rusia, November lalu.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151125_dunia_rusia_turki_helikopter" platform="highweb"/></link> Sejak itu ketegangan diplomatik melanda hubungan kedua negara.

Dmitri Tarasov

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Lokomotiv Moscow kemungkinan mendapat sanksi dari UEFA.

Akibat aksi Tarasov, Lokomotiv Moscow kemungkinan mendapat sanksi dari Otoritas Sepak Bola Eropa, UEFA, yang melarang pernyataan politik dalam pertandingan sepak bola.

Bagaimanapun Tarasov membela keputusannya.

"Dia presiden saya. Saya menghormatinya dan memutuskan untuk memperlihatkan bahwa saya selalu bersama dia dan siap untuk memberi dukungan," jelasnya kepada kantor berita R-Sport.

"Yang tertulis di dalam kaus adalah semua hal yang ingin saya katakan," tambahnya.

Insiden di lapangan sepak bola ini tampaknya menjadi perpanjangan dari 'ketegangan diplomatis' antara Presiden Putin dan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, terkait konflik Suriah.