Beckham minta Piala Dunia 2022 tetap digelar di Qatar

Sumber gambar, Getty
Mantan bintang Manchester United dan Real Madrid, David Beckham, mengatakan Piala Dunia 2018 dan 2022 mestinya tetap digelar di Rusia dan Qatar.
Aparat penegak hukum di Swiss dan Amerika Serikat tengah menyelidiki dugaan korupsi penentuan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022 yang mendorong sejumlah pihak mendesak FIFA membatalkan keputusan tersebut dan mengulang proses penentuan tuan rumah.
Namun Beckham meminta agar dua Piala Dunia ini tetap diselenggarakan di Rusia dan Qatar.
"Apakah ada korupsi atau tidak, dua negara ini sudah dipilih. Orang-orang harus mendukung keputusan tersebut," ujar Beckham dalam wawancara dengan majalah panduan acara TV di Inggris, Radio Times.
"Ini terkait dengan upaya kita menghadirkan sepak bola ke negara-negara baru. Mereka harus konsisten dengan keputusan awal," kata Beckham.
Krisis 'makin serius'
Juni lalu seorang pejabat FIFA mengatakan Rusia dan Qatar bisa kehilangan hak menyelenggarakan Piala Dunia jika penyelidikan menyimpulkan bahwa penentuan tuan rumah terbukti diwarnai suap.
Baik Rusia dan Qatar sejak awal menegaskan tidak melanggar peraturan apa pun ketika memenangkan persaingan menjadi tuan rumah Piala Dunia.
Krisis di tubuh FIFA makin serius setelah pekan lalu aparat penegak hukum Amerika memeriksa 16 pejabat di organisasi ini, diduga terlibat korupsi.
Pada bulan Mei tujuh pengurus senior ditahan sementara presiden FIFA Sepp Blatter dan ketua Asosiasi Sepak Bola Eropa Michel Platini, yang juga menjabat sebagai wakil presiden FIFA, diskors selama 90 hari, setelah kejaksaan Swiss memulai penyelidikan terhadap Blatter.











