Max Verstappen, pendatang baru yang menjanjikan

Max Verstappen

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Max Verstappen membuat F1 mengubah ketentuan batasan usia termuda untuk bisa berlomba.

Ketika bergabung dengan tim balap Formula 1 Toro Rosso, banyak yang menyangsikan Max Verstappen.

Kontraknya ditandatangani saat ia berusia 16 tahun dan membalap di Formula 1 pertamanya ketika berumur 17 tahun 166 hari, di Grand Prix Australia.

Verstappen menjadi pembalap termuda sepanjang sejarah Formula 1 dan sempat jadi pertanyaan besar.

Apakah bijaksana membiarkan orang muda minim pengalaman ikut serta dalam ajang balap penuh persaingan keras ini?

Namun pertanyaan itu kini lenyap, dan pembalap Belanda Max Verstappen dianggap sebagai daya tarik balap F1 musim ini.

Ia membuat beberapa manuver penting yang membuat analis F1 Allan McNish memujinya.

Karakter

Verstappen

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Verstappen di Grand Prix Brasil, dan lima kali ia finis di sepuluh besar.

Bagi McNish, Verstappen punya karakter penting. Ia punya kesadaran ruang yang bagus, membuatnya sangat paham posisi mobilnya sendiri dan posisi lawannya.

Verstappen juga mengendalikan mobil dengan sangat bagus, sekalipun melakukan manuver ekstrim.

"Ia punya sensitifitas yang tinggi sejauh apa ia bisa mengerem saat berbelok di sudut, dan tahu dimana batasnya, dan saya belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya," kata McNish.

Sebagai pendatang baru musim ini, Verstappen 11 kali berada dalam 10 besar kualifikasi balap F1.

Dalam enam balapan terakhirnya, lima kali ia finis dalam urutan 10 besar juga.

Finis terbaiknya adalah di Grand Prix Hongaria di urutan keempat, yang ia ulangi lagi di Grand Prix Amerika.

Awalnya Verstappen disiapkan Toro Rosso untuk menjadi cadangan namun dengan perkembangan ini, Toro Rosso tampak memusatkan perkembangan tim pada Verstappen.