Vettel dapat penalti, Hamilton mendekat ke gelar dunia

Sumber gambar, GETTY
Peluang Lewis Hamilton untuk memastikan gelar juara dunia di Grand Prix AS, hari Minggu, semakin terbuka setelah pembalap Ferrari Sebastian Vettel dijatuhi hukuman terkait pengguanan mesin.
Pembalap Jerman brusia 28 tahun itu akan ditempatkan 10 posisi lebih belakang di awal balapan karena menggunakan mesin lebih banyak dari yang diizinkan.
Hamilton, 30, akan menjadi juara dunia jika mendapat nilai yang jaraknya sembilan angka lebih banyak ketimbang Vettel, dan dua angka dibanding rekan setimnya, Nico Rosberg.
Jika Hamilton menang di Grand Prix Austin dan Vettel paling tinggi posisi tiga, Hamilton akan menjadi djuara dunia.
Namun jika Hamilton dikalahkan oleh salah satu dari Vettel atau Rosberg, pacuan gelar juara dunia masih akan berlangsung setidaknya hingga balapan di Meksiko, akhir pekan depan.
"Jika hanya melihat balapan ini, saja, ya hukuman penalti itu bukan berita bagus. Tapi memang sudah direncanalan untuk menggunakan mesin baru dini sini," kata Vettel.
"Agendanya, mendapat daya maksimum di setiap balapan. Kami mendapat pukulan di sini, namun lihat sisi positifnya bahwa kami mampu mengambil langkah besar, dan bukan cuma penalti."
Vettel mengunakan mesin kelima -satu mesin lebih banyak dari yang diizinkan, dan mendapat hukuman 10 tempat di belakang hasil kualifikasi. Rekan setimnya, Kimi Raikkonen, juga mendapat hukuman serupa.










