Enam negara dinyatakan tak patuh ketentuan doping

Pertemuan WADA

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Pertemuan WADA di Kolorado, AS, mengumumkan negara yang melanggar aturan doping.

Organisasi antidoping dunia, WADA, mengumumkan enam negara yang telah melanggar kode aturan penggunaan obat pada olahraga.

Selain Rusia, lima negara lain yang "tidak patuh" adalah Argentina, Ukrainia, Bolivia, Andorra dan Israel.

Sementara itu, negara yang berada dalam daftar yang harus diawasi adalah Brasil, Belgia, Prancis, Yunani, Meksiko dan Spanyol.

Mereka harus menjalani serangkaian pemenuhan syarat sampai batas waktu bulan Maret 2016, jika tak ingin menghadapi sanksi.

Selain itu, Kenya diperintahkan untuk menjelaskan pengendalian penggunaan obat bagi olahragawan mereka, jika tak ingin menghadapi pemeriksaan menyeluruh terhadap mereka.

Kenya

Sumber gambar, epa

Keterangan gambar, Otorita atletik Kenya harus menjelaskan kebijakan mereka jika tak ingin kena sanksi.

WADA menyatakan, jika penjelasan dari Kenya "tak memuaskan", mereka juga akan menghadapi sanksi.

Saat ini sebanyak 15 atlet dilarang bertanding oleh organisasi atletik dunia IAAF lantaran kasus doping.

Sementara itu Rusia berjanji untuk mereformasi badan pengawas antidoping mereka sehubungan dengan tuduhan kecurangan yang dilakukan oleh atlet mereka.

WADA telah memberi sanksi kepada lembaga anti-doping Rusia, RUSADA, hari Rabu 18 November dan <link type="page"><caption> mengusulkan agar Rusia dilarang turun dalam turnamen atletik </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/11/151109_olahraga_rusia_atletik" platform="highweb"/></link>internasional.

Menteri olahraga Rusia, Vitaly Mutko mengakui perlunya melakukan pembenahan ulang lembaga anti-doping mereka.