Jaksa agung AS perluas penyelidikan korupsi di FIFA

Sumber gambar, AP
Jaksa Agung Amerika Serikat, Loretta Lynch, mengatakan penyelidikan dugaan korupsi di Badan Sepak Bola Dunia (FIFA) diperluas dan diperkirakan orang-orang yang menjalani proses hukum akan bertambah.
"Sifat penyelidikan kami tak terbatas dan kami mendasarkan kerja pada bukti-bukti yang kami peroleh," kata Lynch.
"Saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama dari semua pihak dan atas berbagai bukti yang diserahkan kepada kami," katanya.
Lynch tidak membeberkan nama-nama yang akan diselidiki, begitu juga dengan kapan tuduhan resmi akan dijatuhkan.
Hal ini disampaikan Lynch dalam keterangan pers di Zurich, Swiss, hari Senin (14/09) bersama Jaksa Agung Swiss, Michael Lauber, yang mengatakan para aparat penegak hukum Swiss menggerebek rumah dan apartemen di kawasan Alpen, terkait dengan investigasi FIFA ini.
Pada 14 Mei lalu kejaksaan di Amerika mendakwa sembilan pejabat FIFA dan lima direktur perusahaan pemasaran olahraga melakukan pemerasan, pencucian uang dan penipuan bernilai lebih dari US$150 juta selama lebih dari 20 tahun.







