Korupsi di FIFA karena pengurus 'menjabat terlalu lama'

Domenico Scala

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Domenico Scala ingin membatasi masa jabatan pengurus inti FIFA maksimal tiga periode.

Masalah korupsi di FIFA disebabkan oleh para pengurus yang terlalu lama menjabat di organisasi sepak bola dunia tersebut.

Hal ini disampaikan Domenico Scala, kepada badan audit FIFA, saat mengumumkan rencana proses reformasi yang dijadwalkan akan diterapkan di organisasi ini.

"Sejumlah masalah berakar pada kenyataan bahwa orang-orang (para pengurus) menjabat terlalu lama," kata Scala.

Karena itu ia mengusulkan reformasi, termasuk membatasi masa kepengurusan maksimal tiga periode bagi presiden dan anggota komite eksekutif.

Lama satu periode, kata Scala, adalah empat tahun.

Sepp Blatter menjabat sebagai presiden FIFA selama 17 tahun sebelum mengumumkan mengundurkan diri Juni lalu.

Tokoh sepak bola berusia 79 tahun ini akan meninggalkan FIFA pada Februari 2016 setelah menduduki jabatan presiden selama empat periode.

Ia sebenarnya terpilih untuk masa jabatan kelima namun kemudian mundur.

Wakil presiden senior dan anggota komite eksekutif Issa Hayatou menduduki posisinya selama 25 tahun sementara Angel Maria Villar Llona dari Spanyol menjadi anggota komite eksekutif selama 17 tahun.

"FIFA perlu direformasi, kita tak bisa lagi menunggu," kata Scala.

Pernyataan Scala disampaikan ketika Pangeran Ali bin al-Hussain dari Yordania menyatakan korupsi "yang sudah mengurat dan berakar" di FIFA harus dibersihkan secara total.