AS minta Paraguay ekstradisi mantan pejabat FIFA

Sumber gambar, Getty
Amerika Serikat meminta Paraguay mengekstradisi Nicolas Leoz, mantan ketua Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (Conmebol).
Leoz adalah salah satu tersangka skandal penyuapan dan pencucian uang dalam penyelidikan Departemen Kehakiman AS.
Mantan anggota komite eksekutif FIFA itu sedang berada dalam penahanan di rumahnya di ibu kota Paraguay, Asuncion.
Dia menegaskan tidak bersalah.
Leoz tidak berada di Jenewa pada Mei lalu ketika <link type="page"><caption> tujuh pejabat eksekutif FIFA ditahan oleh kepolisian Swiss</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/07/150716_olahraga_ekstradisi_fifa" platform="highweb"/></link>. Namun dia kemudian ditahan oleh kepolisian Paraguay dan ditempatkan dalam penahanan rumah.
Paraguay, seperti negara-negara lain di kawasan Amerika Selatan, membuka penyelidikan korupsi di ranah sepak bola menyusul dakwaan AS.
Di negara tetangga mereka, Bolivia, Carlos Chavez selaku Ketua Federasi Sepak Bola Bolivia merangkap bendahara Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (Conmebol), ditahan karena kasus korupsi.
Dua pejabat sepak bola lainnya telah menyerahkan diri pada polisi.
Penyelidikan AS berfokus pada bisnis pemasaran sepak bola, hak siar, serta pemasukan dari kedua aspek tersebut.
Skandal itu melibatkan pejabat-pejabat dan pengusaha yang mewakili wilayah Amerika.
Sementara itu, perusahaan kartu kredit Visa – yang menjadi sponsor besar FIFA – menyerukan perlunya “komisi pihak ketiga independen” untuk menginvestigasi badan sepak bola dunia itu.
“Kami percaya tidak akan terjadi reformasi berarti dengan pimpinan FIFA saat ini,” kata eksekutif Visa, Charlie Scharf.
“Kami ingin bekerja sama dengan mitra yang berpikir dan bertindak seperti kami. Saya tidak yakin FIFA memenuhi standar itu.”
Sponsor FIFA lainnya, Coca-Cola, juga menyerukan perlunya investigasi independen pekan lalu.












