Asosiasi sepakbola Liberia akui 'perdagangan' pemain

Sumber gambar, epa
Presiden Asosiasi sepakbola Liberia, Musa Bility mengakui adanya "kekeliruan" sehubungan dengan perdagangan pemain sepakbola belia asal negaranya.
Ia menyatakan bahwa asosiasi yang dipimpinnya seharusnya bisa melakukan lebih banyak lagi untuk mencegah terjadinya hal itu.
Investigasi BBC menemukan bahwa klub sepakbola Champasak United, Laos, telah 'mengimpor' 23 pesepakbola belia asal Afrika Barat ke akademi sepakbola yang tak terdaftar.
Aturan FIFA melarang perpindahan pemain ke akademi negara lain sampai mereka berumur 18 tahun.
Musa Bility menyatakan, "apapun peran yang mungkin kami mainkan dalam kejadian itu, saya percaya itu patut disesalkan."
Bility -<link type="page"><caption> yang berniat mencalonkan diri jadi presiden FIFA</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/06/150618_olahraga_fifa_liberia" platform="highweb"/></link>- menginginkan para pemain belia yang masih tersisa agar kembali ke negaranya.
"Kami tak hanya meminta menteri luar negeri, tetapi juga kepada Pemerintah Laos untuk campur tangan dalam urusan ini. Mereka harus pulang kampung," katanya.
Enam orang pemain belia masih bergabung dengan Champasak United, tapi klub yang bermarkas di kota Pakse di selatan Laos membantah melakukan kesalahan.
Namun para pesepakbola belia yang sempat dihubungi BBC di Laos menyatakan mereka tak ingin pulang sekalipun tak punya izin kerja dan hanya memiliki sedikit kebebasan.











