FIFA bayar Irlandia demi hentikan tuntutan

Sumber gambar, AFP
Federasi sepak bola dunia (FIFA) membayar asosiasi sepak bola Irlandia (FAI) sebesar lima juta euro atau setara dengan Rp74,5 miliar demi menghentikan tuntutan hukum setelah tim nasional Irlandia kalah dari Prancis dalam laga playoff kualifikasi Piala Dunia pada 2009 lalu.
Direktur Eksekutif FAI, John Delaney, menyatakan pihaknya punya alasan kuat untuk menuntut FIFA lantaran timnas Irlandia dirugikan oleh keputusan wasit dan tersingkir dari babak kualifikasi sehingga tidak bisa berlaga dalam putaran final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
Kala itu, wasit mensahkan gol William Gallas yang membawa Prancis menang dengan skor agregat 2-1 sekaligus membawa tim ‘Ayam Jantan’—julukan untuk timnas Prancis—ke Afsel. Padahal, gol tersebut diciptakan setelah penyerang timnas Prancis, Thierry Henry, sengaja memegang bola. Belakangan, beberapa saat setelah laga berakhir, Henry mengakui kesengajaannya.

Sumber gambar, EPA
Akan tetapi, ketika FAI berupaya membawa kasus ini ke ranah hukum, FIFA menghentikannya.
Akhirnya, menurut Delaney, FIFA sepakat membayar FAI sebesar lima juta euro setelah Presiden FIFA Sepp Blatter juga menolak memasukkan Irlandia sebagai tim ke-33 dalam ajang di Afsel.
“Kami merasa punya kasus hukum yang kuat melawan FIFA terkait dengan bagaimana laga playoff Piala Dunia dan handball Henry merugikan kami. Saya lalu mengatakan kepadanya (Sepp Blatter) apa yang saya pikir tentang dia (Blatter). Kami lalu mencapai kesepakatan. Kesepakatan tersebut amat baik bagi FAI dan sah secara hukum,” kata Delaney kepada stasiun televisi RTE.
Delaney menjabat direktur eksekutif FAI sejak 2005. Dengan demikian, dia terlibat dalam kesepakatan dengan FIFA saat keberatan atas hasil pertandingan melawan timnas Prancis diajukan.

Sumber gambar, AFP
Konstruksi stadion
Juru bicara FIFA mengamini federasi sepak bola dunia tersebut membayar lima juta euro kepada FAI. Namun, dia berkilah uang itu diberikan untuk pembangunan sebuah stadion di Irlandia.
Dalam perjanjian, tambah sang juru bicara FIFA, FAI seharusnya membayar kembali uang itu jika timnas Irlandia lolos kualifikasi Piala Dunia 2014 di Brasil. Namun, kenyataannya timnas Irlandia gagal tampil. FIFA kemudian memutihkan utang tersebut pada 31 Desember 2014.
Sementara itu, FAI mengatakan uang itu digelontorkan tanpa syarat. Oleh FAI, dana tersebut dialirkan untuk membangun Stadion Aviva yang dibuka pada Mei 2010.
“Uang itu masuk dalam laporan keuangan kami yang diaudit secara independen. FAI menerima kesepakatan FIFA untuk menghindari jalur hukum yang panjang dan mahal. Kesepakatan itu sama sekali tidak mempengaruhi kritik FAI terhadap FIFA,” sebut pernyataan FAI.
Klaim Delaney mengenai pembayaran FIFA mengemuka di tengah skandal korupsi FIFA yang sejauh ini menyeret tujuh petinggi FIFA ke ranah hukum. Blatter pun mengundurkan diri dari jabatannya. Laporan sejumlah media di Amerika Serikat menyebutkan aparat AS tengah menyelidikinya dalam sejumlah kasus suap dan penggelapan uang.














