Bekas wakil presiden FIFA, Jack Warner, khawatir akan keselamatan jiwanya

jack warner

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Jack Warner mengaku siap untuk memberi dokumen yang bisa membuktikan keterlibatan Sepp Blatter.

Bekas wakil presiden FIFA, Jack Warner mengkhawatirkan keselamatan jiwanya, sesudah skandal penyuapan dan pencucian uang di FIFA terbongkar.

Bicara dalam sebuah siaran TV di negara asalnya, Trinidad, Warner menyatakan bahwa ia tidak akan diam lagi.

"Saya tak akan menyimpan rahasia lebih lama untuk mereka yang secara aktif berupaya menghancurkan citra negara ini," katanya.

Warner menyatakan ia akan membuka mulutnya tentang segala hal yang ia ketahui kepada para penyilidik.

Ia juga menyatakan akan memberi dokumen kepada pengacara yang bisa mengaitkan antara FIFA, dana yang mereka terima dan dirinya sendiri, termasuk transaksi yang melibatkan presiden FIFA, Sepp Blatter.

Sebelumnya, <link type="page"><caption> FIFA menyatakan bahwa mereka membayarkan uang sejumlah US$10 juta yang berasal dari Afrika Selatan kepada Warner</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/news/world-africa-32973049" platform="highweb"/></link> guna mengembangkan sepakbola bagi diaspora Afrika di Karibia.

<link type="page"><caption> Afrika Selatan mengakui pemberian itu tetapi menyangkal bahwa uang itu adalah untuk keperluan suap. </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2015/06/150603_olahraga_pialadunia_afsel" platform="highweb"/></link>

Warner adalah presiden Konfederasi Asosiasi Sepakbola Amerika Utara, Amerika Tengah dan Karibia (CONCACAF).

Ia juga wakil presiden FIFA ketika organisasi itu memutuskan untuk memilih Afrika Selatan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010.

Warner termasuk di antara para pejabat FIFA yang ditahan pekan lalu sesudah Amerika -dan kemudian Swiss- melancarkan penyelidikan terhadap korupsi FIFA.