Blatter: Saya tak bisa awasi pengurus FIFA setiap saat

Sumber gambar, Reuters
Presiden organisasi sepak bola dunia, FIFA, Sepp Blatter, mengakui bahwa skandal korupsi yang tengah mendera FIFA sangat mempermalukan sepak bola.
Namun, ketika membuka kongres tahunan di Zurich, hari Kamis (28/05), Blatter menjauhkan diri dari pejabat-pejabat senior FIFA yang secara resmi didakwa melakukan korupsi, dengan mengatakan ia tidak bisa mengawasi semua pengurus setiap saat.
"Banyak orang yang meminta pertanggungjawaban saya ... saya tak bisa memantau setiap orang setiap saat. Kalau ada orang-orang yang berbuat salah, mereka menyembunyikan kesalahan tersebut," kata Blatter.
Ia juga menegaskan tidak ada tempat bagi korupsi di organisasi yang ia pimpin dan saatnya sekarang merebut kembali kepercayaan.
Diminta mundur
Pada hari Rabu (27/05) tujuh pejabat senior FIFA <link type="page"><caption> didakwa terlibat dalam kasus korupsi oleh aparat penegak hukum di Amerika Serikat</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2015/05/150528_olahraga_fifa_amerika.shtml" platform="highweb"/></link>.
Swiss juga melancarkan penyelidikan pidana terkait proses penentuan Qatar dan Rusia menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022.
Beberapa jam sebelum pembukaan kongres FIFA, presiden organisasi sepak bola Eropa, UEFA, Michel Platini mengatakan ia meminta Blatter mundur saat digelar pertemuan darurat, <link type="page"><caption> namun Blatter menolak</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2015/05/150528_olahraga_fifa_blatter.shtml" platform="highweb"/></link> dengan alasan sudah sangat terlambat.
Platini mengatakan sebagian besar anggota UEFA akan mendukung pesaing Blatter, Pangeran Ali dari Yordania, dalam pemilihan presiden FIFA hari Jumat (29/05).
Bagi Blatter, jika ia terpilih, ini akan menjadi jabatan Blatter yang kelima sebagai presiden FIFA.













