AS tuduh pejabat FIFA korupsi soal sepak bola

Markas FIFA

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, FIFA tetap akan melangsungkan pemilihan presiden meskipun sedang diguncang skandal.

Jaksa penuntut AS telah menuduh sejumlah pejabat Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) melakukan pemerasan, penipuan dan pencucian uang yang melibatan puluhan juta dolar selama waktu 24 tahun.

Para penuntut itu mengatakan telah membongkar puluhan rencana mereka, termasuk membiarkan Afrika menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010.

Sejauh ini 14 orang telah dijaring dari operasi, termasuk tujuh orang ditahan di Zurich pada hari Rabu (27/05). Presiden FIFA Sepp Blatter, yang tidak termasuk para tersangka, berjanji akan menendang pejabat-pejabat korup.

Mereka yang dituntut dalam kasus di AS itu dituduh menerima suap dan sogokan yang diperkirakan mencapai lebih dari US$150 juta (Rp 1,9 triliun) dalam periode waktu 24 tahun, mulai tahun 1991.

Melawan ekstradisi

James Comey

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Direktur FBI James Comey turut memberikan rincian dugaan korupsi sejumlah pejabat FIFA dalam jumpa pers di New York.

Jaksa Agung Lorreta Lynch yang menjelaskan detail kasus tersebut mengatakan beberapa eksekutif FIFA “menggunakan posisi mereka untuk mengumpulkan suap. Mereka melakukan itu setiap tahun, untuk setiap turnamen”.

“Mereka mengorupsi bisnis sepak bola dunia untuk kepentingan pribadi dan menumpuk kekayaan.”

Salah satu dari tujuh orang yang ditangkap di Zurich adalah Jeffrey Webb, yang menjabat posisi wakil presiden FIFA dan ketua Federasi Concacaf yang mencakup Amerika Utara dan Tengah.

Pejabat-pejabat lain yang ditangkap adalah Eduardo Li, Julio Rocha, Costas Takkas, Eugenio Figuerido – yang juga merupakan wakil presiden – Rafael Esquivel, dan Jose Maria Marin.

Enam dari tujuh orang tersebut menentang ekstradisi ke AS, kata pihak berwenang Swiss.

Mereka adalah tujuh dari 11 orang yang menghadapi larangan dari FIFA. Empat orang lainnya adalah Jack Warner, Nicolas Leoz, Chuck Blazer dan Daryll Warner.

FIFA juga mengumumkan “larangan segera untuk sementara” bagi semua kegiatan berkaitan dengan sepakbola yang melibatkan 11 orang yang dituntut oleh jaksa.

Badan sepak bola itu telah mengatakan masih akan mengadakan pemilihan presiden pada hari Jumat (29/05). Blatter diunggulkan untuk meraih posisi itu untuk kelima kalinya.

Namun, <link type="page"><caption> Badan Sepak Bola Eropa (UEFA) telah menyerukan agar pemilihan itu ditunda</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2015/05/150527_olahraga_fifa_tanggapan" platform="highweb"/></link> dan mengatakan akan mengambil keputusan pada hari Kamis untuk rencana pemboikotan pertemuan itu.

Jaksa penuntut di Swiss juga telah membuka investigasi terpisah untuk menelisik proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 di Rusia dan 2022 di Qatar.

Mereka yang dituntut dalam kasus di AS itu dituduh menerima suap dan sogokan yang diestimasi lebih dari US$150 juta (Rp 1,9 triliun) dalam periode waktu 24 tahun, mulai tahun 1991.

Jaksa Agung Lorreta Lynch yang menjelaskan detail kasus tersebut mengatakan beberapa eksekutif Fifa “menggunakan posisi mereka untuk mengumpulkan suap. Mereka melakukan itu setiap tahun, untuk setiap turnamen”.

“Mereka mengkorupsi bisnis sepakbola dunia untuk melayani kepentingan pribadi dan menumpuk kekayaan.”

Lynch mengatakan tuduhan yang dilontarkan antara termasuk:

- menerima suap untuk memberikan hak media dan pemasaran untuk turnamen sepakbola

- menerima suap untuk mempengaruhi keputusan lokasi turnamen – termasuk Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan dan Copa America 2016 di AS

- pemerasan - kegiatan ilegal terorganisir

- pencucian uang

- penipuan transaksi – atau penerimaan uang dengan cara penipuan

Ekstradisi

Sepp Blater

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Swiss juga melakukan penyelidikan terpisah terkait pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022.

Salah satu dari tujuh orang yang ditangkap di Zurich adalah Jeffrey Webb, yang menjabat posisi wakil presiden FIFA dan kepala federasi Concacaf yang mencakup Amerika Utara dan Tengah.

Pejabat-pejabat lain yang ditangkap adalah Eduardo Li, Julio Rocha, Costas Takkas, Eugenio Figuerido – yang juga merupakan wakil presiden – Rafael Esquivel, dan Jose Maria Marin.

Enam dari tujuh orang tersebut menentang ekstradisi mereka ke AS, kata otoritas Swiss.

Mereka adalah tujuh dari 11 orang yang menghadapi larangan dari FIFA. Empat orang lainnya adalah Jack Warner, Nicolas Leoz, Chuck Blazer dan Daryll Warner.

Jack Warner, mantan wakil presiden FIFA, dituduh meminta sogokan US$10 juta (Rp132milyar) dari pemerintah Afrika Selatan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010.

Setelah keluarnya surat penahan dirinya, Warner menyerahkan diri kepada kepolisian di Trinidad, dan dibebaskan dengan jaminan US$2,5 juta (Rp33 miliar)

Warner telah mengeluarkan penyataan mengatakan dirinya tidak bersalah atas tuduhan apapun.

Bila ditemukan bersalah atas tindakan pemerasan, para tersangka bisa menghadapi hingga 20 tahun dalam penjara.