Terbelit kasus korupsi, FIFA tetap memilih presiden

FIFA

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Kongres FIFA yang antara lain akan memilih presiden mendatang digelar di Zurich, Swiss.

Pemilihan residen FIFA akan tetap dilaksanakan Jumat 29 Mei walau berlangsung penangkapan atas tujuh pejabat FIFA dalam dakwaan korupsi senilai US$15 juta atau sekitar Rp1,9 trilliun.

Salah seorang yang ditangkap dan <link type="page"><caption> didakwa adalah Wakil Presiden FIFA, Jeffrey Webb</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2015/05/150527_olahraga_fifa_penangkapan" platform="highweb"/></link>.

Sementara enam tersangka ditangkap oleh pihak berwenang Swiss, <link type="page"><caption> pemerintah Amerika Serikat mendakwa sejumlah individu dan perusahaan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2015/05/150527_olahraga_fifa" platform="highweb"/></link>.

Presiden FIFA, Sepp Blatter, akan mencalonkan diri kembali untuk masa jabatan yang kelima dengan satu-satunya saingan, Pangeran Ali bin al-Hussein dari Yordania.

<link type="page"><caption> Dua calon lainnya, Michael van Praag asal Belanda</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2015/05/150521_olahraga_fifa_vanpraag" platform="highweb"/></link> dan <link type="page"><caption> Luis Figo dari Portugal,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2015/05/150521_olahraga_fifa_figo" platform="highweb"/></link> sudah mundur dari pemilihan yang akan digelar di Zurich, Swiss.

Pangeran Ali bin al-Hussein dan Sepp Blatter

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Pangeran Ali bin al-Hussein dan Sepp Blatter akan bersaing dalam pemilihan presiden.

<link type="page"><caption> </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2015/05/150521_olahraga_fifa_vanpraag" platform="highweb"/></link>Sementara penyelidikan kriminal lainnya sudah dimulai terkait dengan pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022 yang akan berlangsung di Qatar dan Rusia.

FIFA sudah memutuskan tidak akan melakukan pemungutan suara ulang dan kedua negara akan tetap menggelar Piala Dunia.

Salah seorang yang didakwa oleh pemerintah Kejaksaan Agung Amerika Serikat adalah Eduardo Li, yang menjabat anggota Komite Eksekutif FIFA dan presiden Asosiasi Sepak bola Kosta Rika.

Pria keturunan Cina itu terpilih sebagai Tokoh Pilihan 2014 di Kosta Rika -seperti dilaporkan koran La Nacion- karena penampilan timnas Kosta Rika yang mengesankan dalam Piala Dunia 2014 di Brasil.

Menyelesaikan pendidikan teknik sipil, Li disebut sebagai 'pencinta sepak bola' dan menjadi presiden Asosiasi Sepak bola Kosta Rika pada tahun 2007.