Calon presiden FIFA Michael van Praag mundur

michael van praag

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Michael van Praag dari Belanda mengalihkan dukungan ke Pangeran Ali dari Yordania.

Michael van Praag menarik diri dari bursa calon presiden organisasi sepak bola dunia FIFA, sehingga calon untuk posisi tersebut sekarang hanya menyisakan tiga orang, termasuk presiden saat ini Sepp Blatter.

Van Praag, 67 tahun, yang juga presiden asosiasi sepak bola Belanda, menyatakan ia mengalihkan dukungannya kepada <link type="page"><caption> Pangeran Ali Bin Al-Hussain</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2015/01/150106_fifa_ketua_pangeranali" platform="highweb"/></link> dari Yordania.

<link type="page"><caption> Satu calon lagi adalah Luis Figo</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150128_luis_figo_fifa" platform="highweb"/></link>, 42 tahun, bekas pemain sepak bola asal Portugal.

Blatter, 79 tahun, diperkirakan akan memenangkan pemilihan dan jika perkirakan ini menjadi kenyataan, ia akan menjabat sebagai orang nomor di FIFA untuk kelima kalinya.

Sebanyak 209 federasi sepak bola anggota FIFA akan melakukan pemungutan suara pada pemilihan yang akan berlangsung pada 29 Mei.

Asosiasi sepak bola Inggris, FA, menyatakan akan mendukung Pangeran Ali, sementara asosiasi sepak bola Skotlandia berada di belakang Van Praag.

figo

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Bekas kapten timnas sepak bola Portugal, Luis Figo, akan menantang Sepp Blatter dalam pemilu FIFA 29 Mei nanti.

Pengunduran diri Van Praag ini terjadi sesudah calon lain, <link type="page"><caption> Jerome Champagne dari Prancis juga menarik diri</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2015/02/150202_fifa_champagne" platform="highweb"/></link> bulan Februari lalu.

Bekas pemain Tottenham Hotspurs dan Newcastle United, David Ginola -dengan dukungan sebuah perusahaan judi- sempat mengumumkan niatnya bersaing dengan Blatter pada bulan Januari lalu.

Namun dua pekan kemudian mengurungkan niatnya.

Pemungutan suara akan dilakukan dalam kongres tahunan FIFA di Zurich dan calon yang mendapat sedikit dua pertiga suara akan langsung memenangkan suara.

Jika tak ada yang mendapat dua pertiga suara, maka putaran berikutnya akan diadakan antara dua calon terkuat.

Pemenangnya ditentukan lewat raihan suara terbanyak.