Falcao: saya ingin bermain secara teratur

falcao

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Falcao tampil mengecewakan untuk Manchester United musim ini dan Van Gaal menurunkannya di tim U-21 United.

Penyerang Manchester United Radamel Falcao mengatakan 'telepon saya berdering setiap hari' untuk mengindikasikan banyaknya klub yang menginginkan jasanya.

Ia ingin bermain untuk klub yang dapat memberikannya jaminan untuk turun secara teratur.

Penyerang Kolumbia berusia 29 tahun itu mencetak empat gol dari 22 penampilannya semenjak bergabung dengan United dari Monaco.

Tetapi dia <link type="page"><caption> belum pernah tampil lagi untuk United</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2015/03/150321_sepakbola_falcao_menangis" platform="highweb"/></link> semenjak kemenangan 2-0 atas Sunderland 28 Februari lalu.

"Saya membutuhkan tempat di mana saya bisa menemukan kontinuitas dan saya dapat bermain," Falcao mengatakan kepada televisi Kolumbia Win Sports.

"Ketika musim berakhir, saya tentunya akan duduk dan menganalisa segala hal sebelum menentukan yang terbaik bagi karir saya."

Tawaran melimpah

falcao

Sumber gambar, PA

Keterangan gambar, Liverpool, Juventus, dan Valencia diberitakan memburu Falcao sebagai sasara transfer musim panas.

Mantan pemain Porto dan Atletico Madrid itu menambahkan, "Tawaran datang setiap hari jadi saya harus tetap tenang. Saya tidak ingin terlibat dan mempercayai agen saya menangani hal ini."

Falcao menjadi penyerang paling diburu pada musim panas lalu setelah mencetak total 155 gol semenjak bermain di Eropa di tahun 2009.

United mengalahkan klub top lainnya dalam perburuan tanda tangan Falcao, dengan kontrak senilai £265,000 atau sekitar Rp5 miliar per minggu.

Kontrak peminjamannya akan habis di akhir musim dan United harus memutuskan apakah akan mengaktifkan hak penebusan yang disepakati sebesar £43,5 juta atau senilai lebih dari Rp8 triliun untuk mempermanenkannya.

Falcao mengatakan ia memiliki hubungan baik dengan manajer United Louis Van Gaal dan berharap mampu memberikan kontribusi di delapan laga sisa musim.

"Van Gaal harus membuat keputusan seperti manajer lainnya, terlepas keputusan tersebut menguntungkan saya atau tidak."

"Setiap pelatih memiliki cara berbeda dalam melatih tim. Itu adalah persoalan budaya, cara pandang, dan perbedaan filosofi bermain yang menurut saya adalah hal yang normal."