Yaya Toure dapat 'cuitan rasis' di Twitter

yaya toure

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Yaya Toure juga menghadapi teriakan rasis dalam laga City lawan CSKA Moskow musim lalu.

Kelompok antidiskriminasi Kick It Out memberitahu polisi tentang "cuitan rasis" yang dikirimkan kepada pemain Manchester City, Yaya Toure.

Pemain gelandang ini mengaktifkan kembali akun jejaring sosialnya Senin (03/11) setelah absen lima bulan.

Kick It Out mengatakan mereka "menerima pengaduan" tentang dua ciutan terkait "rasis" dan memberitahu polisi.

"Yaya Toure kembali ke Twitter beberapa jam dan ia telah menerima pelecehan yang memprihatinkan," kata juru bicara Kick It Out.

"Kami sangat prihatin karena ada orang yang diperlakukan seperti ini," tambahnya.

Stadion kosong

"Hal ini membuat para pemain bola bertanya-tanya mengapa mereka menggunakan platform ini."

"Kami memberikan dukungan penuh kepada Yaya Toure."

Mantan pemain Barcelona yang berusia 31 tahun ini terpilih sebagai pemain terbaik asal Afrika dalam tiga tahun terakhir.

Ia juga menjadi sasaran teriakan rasis musim lalu saat City mengalahkan CSKA Moskow di Rusia.

Pemain asal Pantai Gading ini mengatakan ia sangat "marah".

Walaupun CSKA menyanggah Toure dilecehkan, UEFA memerintahkan tim Rusia itu untuk <link type="page"><caption> bermain di stadion kosong</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2014/10/141021_cska_mancity.shtml" platform="highweb"/></link> dalam pertandingan Liga Champions.