Tavecchio dihukum enam bulan karena komentar rasis

Sumber gambar, Reuters
Presiden Asosiasi Sepak Bola Italia (FIGC), Carlo Tavecchio, diganjar hukuman enam bulan karena komentar rasisnya pada bulan Juli lalu.
Dengan demikian dia tidak boleh memegang jabatan di UEFA dan dilarang ikut Kongres UEFA selama masa hukuman itu.
Pria berusia 71 tahun tersebut <link type="page"><caption> merujuk para pemain </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2014/08/140820_italia_selidiki" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> sepak bola Afrika 'makan pisang'</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2014/08/140820_italia_selidiki" platform="highweb"/></link> pada masa kampanye pemilihan Presiden FIGC.
Walau memancing kontroversi, dia tetap terpilih dan belakangan meminta maaf.
Bagaimanapun Dewan Etika dan Disiplin UEFA meneruskan kasus itu dan selain menjatuhkan sanksi, juga meminta dia menggelar satu acara untuk meningkatkan kesadaran akan rasisme di Italia.
Keputusan EUFA ini jelas mencoreng muka FIGC yang berdasarkan penyelidikannya memutuskan Travecchio tidak bersalah.
Bagaimanapun keputusan FIGC itu membuat Tavecchio akan tetap bisa memegang jabatan Presiden FIGC.
Tavecchio terpilih sebagai Presiden FIGC pada bulan Agustus setelah mengalahkan mantan pemain AC Milan, Demetrio Albertini.









