Kamerun selidiki dugaan rekayasa pertandingan

Sumber gambar, getty
Para pejabat Kamerun akan menyelidiki dugaan tujuh pemainnya terlibat dalam pengaturan hasil pertandingan di Piala Dunia Brasil.
Dewan etika federasi sepak bola negara Afrika ini akan memeriksa dugaan "penipuan" oleh "tujuh oknum" pada tiga pertandingan grup.
Tuduhan ini dilaporkan majalah berita Jerman Der Spiegel lewat perbincangan dengan pengatur hasil pertandingan dari Singapura.
<link type="page"><caption> Kamerun</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2014/06/140623_wc2014_grup_a.shtml" platform="highweb"/></link> kalah pada semua pertandingan Grup A, termasuk kekalahan 4-0 dari Kroasia.
Pemain Kamerun, Alex Song, dikeluarkan dari lapangan karena menyerang Mario Mandzukic, sementara rekannya Benoit Assou-Ekotto dan Benjamin Moukandjo bentrok di akhir pertandingan.
Tuduhan ini disampaikan perekayasa pertandingan sepak bola yang sudah pernah dihukum, Wilson Raj Perumal, yang ditahan polisi Finlandia pada bulan April berdasarkan surat penahanan internasional.
Dalam sebuah perbincangan dengan Der Spiegel, warga Singapura tersebut dengan tepat meramalkan hasil pertandingan Kroasia dan bahwa seorang pemain dikeluarkan dari lapangan.
Federasi sepak bola Kamerun menyatakan,"Tuduhan baru-baru ini tentang penipuan tiga pertandingan pendahuluan Kamerun di Piala Dunia FIFA 2014, terutama antara Kamerun dan Kroasia, disamping "keberadaan tujuh oknum (di tim nasional kami)" tidak mewakili nilai dan prinsip yang kami junjung, sesuai dengan aturan FIFA dan etika bangsa kami."









