Kepemimpinan Blatter dikritik pejabat Eropa

Sepp Blatter

Sumber gambar, All Sport

Keterangan gambar, Di bawah kepemimpinan Blatter, FIFA dianggap terkait erat dengan korupsi.

Para pejabat sepak bola Eropa menantang kepemimpinan Presiden FIFA Sepp Blatter dalam pertemuan di Sao Paulo, Brasil.

Ketua Asosiasi Sepak Bola Belanda, Michael Van Praag, mengatakan FIFA terkait erat dengan korupsi di bawah Blatter dan reputasi FIFA tidak akan bisa pulih sampai dia mengundurkan diri.

Blatter bertemu dengan para pimpinan sepakbola Eropa, Selasa 10 Juni, menjelang Kongres FIFA yang akan dibuka pada malam hari waktu Brasil, atau tiga hari sebelum pembukaan <link type="page"><caption> Piala Dunia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/piala_dunia/" platform="highweb"/></link> 2014.

Sementara itu Ketua Asosiasi Sepak Bola Inggris, Greg Dyke, mengkritik pernyataan Blatter bahwa media Inggris yang melaporkan tuduhan korupsi di balik terpilihnya<link type="page"><caption> Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 sebagai</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2014/06/140609_blatter_qatar.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> perilaku rasis.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2014/06/140609_blatter_qatar.shtml" platform="highweb"/></link>

Blatter diperkirakan akan segera mengumumkan keinginannya untuk kembali mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA untuk yang kelima kalinya, dengan masa jabatan mulai tahun depan.

Namun tampaknya dia menghadapi perlawanan dari Otorita Sepak Bola Eropa, UEFA, yang memiliki 53 anggota dari total 209 anggota FIFA.

"Tuan Blatter, ini bukan personal namun jika Anda lihat reputasi FIFA dalam tujuh atau delapan tahun, hal itu dikaitkan dengan segala bentuk korupsi dan segala bentuk jaringan 'kawan lama," kata Michael Van Praag kepada para wartawan setelah pertemuan dengan Blatter.