Tim sepakbola putri Olimpiade Jepang pulang naik kelas bisnis

Sumber gambar, AP
Asosiasi Sepakbola Jepang, JFA, memastikan tim putri Olimpiade terbang kembali ke Jepang naik pesawat kelas bisnis menyusul keluhan mereka diperlakukan secara tidak adil.
Para anggota tim sepakbola putri mengeluh karena mereka terbang naik kelas ekonomi ke London sementara tim putra naik di kelas bisnis.
Asosiasi sepakbola mengatakan tim putri -yang saat ini merupakan juara bertahan dalam Piala Dunia- ditingkatkan ke kelas bisnis karena mereka menang medali perak.
Tim putri Jepang kalah dari Amerika Serikat 2-1 dalam perebutan medali emas Kamis lalu.
Sementara tim sepakbola putra kembali ke Jepang dengan tangan kosong.
JFA mengatakan tim sepakbola U-23 terbang ke London di kelas bisnis karena mereka adalah pemain profesional.
Dipuji media
Jepang duduk di posisi ke-11 -dengan 38 medali termasuk tujuh emas- dalam perolehan medali, di atas Kazahkstan namun di bawah Australia.
Amerika Serikat berada di peringkat teratas dengan menyabet 46 medali emas.
Komite Olimpiade Jepang mengincar 15 emas, dan berharap prestasi itu dapat membantu upaya Tokyo menjadi tuan rumah Olimpiade 2020.
Namun media Jepang menyambut prestasi Jepang itu walaupun jumlah medali emas tidak mencapai perkiraan.
"Rekor cukup tinggi dengan 38 medali untuk Jepang," judul halaman depan harian bisnis Nikkei, tidak lama setelah penutupan Olimpiade Minggu (12/08).
Rekor sebelumnya dicapai di Athena tahun 2004 dengan 37 medali.
"Walaupun medali emas kurang dari sembilan seperti yang dicapai di Beijing, para atlet yang mendapat perak dan perunggu juga membuat banyak orang yang menonton terharu," kata harian Mainichi Shimbun.









