Pebulutangkis Cina akan meminta maaf

badminton disqualified

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Pebulutangkis Cina Yu Yang mengundurkan diri dari bulutangkis

Dua pebulutangkis Olimpiade Cina dan pemimpin tim mereka diminta untuk meminta maaf secara publik, seperti dilaporkan kantor berita resmi negara itu.

Pasangan unggulan teratas Cina Yu Yang dan Wang Xiaoli termasuk dalam delapan pemain yang didiskualifikasi karena tidak bermain sebaik mungkin.

Tuntutan permintaan maaf itu dilaporkan oleh kantor berita Xinhua.

Selain Yu dan Wang, pasangan Korea Selatan Jung Kyung-eun dan Kim Ha-na, serta Ha Jung-eun dan Kim Min-jung bersama Greysia Polii dan Meiliana Jauhari dari Indonesia juga didiskualifikasi.

Greysiana Polii melalui akun media sosial Twitter mengatakan ia merasa keputusan itu tidak adil karena ia merasa sudah berusaha yang terbaik.

"Apa pun yang terjadi, kami berusaha semampu kami, kami tidak pernah ingin kalah. Kami ingin kemenangan dari setiap pertandingan yang kami mainkan," tulisnya.

Sedangkan Yu Yang, melalui akun media sosial Cina Weibo, mengumumkan pengunduran dirinya dari olahraga bulutangkis.

Bagian strategi

Saat dihubungi wartawan BBC Indonesia, Ervan Hardoko, Wakil Ketua Kontingen Indonesia Ade Lukman keputusan menarik permohonan banding itu merupakan keputusan bersama.

"Surat BWF soal diskualifikasi sudah keluar dan kami sudah terima. Awalnya kami protes tapi setelah berunding kami putuskan untuk menarik kembali surat protes," kata Ade Lukman.

"Kami menghargai keputusan BWF dan Komite Olimpiade Internasional (IOC). Kami menghormati nilai-nilai dan sportivitas Olimpiade," sambung dia.

Meski menerima keputusan BWF, Ade menegaskan apa yang dilakukan keempat pasangan ganda itu adalah bagian dari strategi.

"Keempat pasangan ini adalah yang terbaik. Sehingga memilih lawan adalah bagian dari strategi untuk mencapai jenjang yang lebih tinggi," papar dia.

Sedangkan ketua kontingen Indonesia, Erick Thohir, mengusulkan perubahan sistem pertandingan.

Erick mengatakan Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Federasi Dunia Bulutangkis (BWF) perlu melakukan kajian atas kasus ini dan mengubah sistem.

Sengaja kalah

Dalam pertandingan penyisihan terakhir di grup, yang digelar di Wembley Arena Selasa 31 Juli, para pebulutangkis itu melakukan berbagai kesalahan dasar secara terus menerus.

Skandal ini berawal ketika pasangan Wang dan Yu berupaya untuk kalah saat melawan pasangan Kyung-eun/Ha-na untuk mencegah agar tidak meraih juara grup.

Dengan demikian maka mereka tidak akan menghadapi pasangan putri Cina lainnya, Tian Qing/Zhao Yunlei, di babak semi final.

Beberapa diantaranya adalah servis menyangkut di jaring berulang kali terjadi maupun servis yang jauh keluar dari lapangan.

Dalam pertandingan penyisihan terakhir di grup, yang digelar di Wembley Arena Selasa 31 Juli, para pebulutangkis itu melakukan berbagai kesalahan dasar secara terus menerus.

Beberapa diantaranya adalah servis menyangkut di jaring berulang kali terjadi maupun servis yang jauh keluar dari lapangan.

Hal yang kurang lebih sama terjadi saat ganda putri unggulan ketiga asal Korea Selatan Ha Jung-Eun/Kim Min-Jung menghadapi pasangan Meiliana Jauhari/Greysia Polii di Grup C.

Wasit Thorsten Berg untuk kedua kalinya dalam satu hari terpaksa turun ke lapangan dan memperingatkan pemain untuk bertanding lebih serius.