Pengadilan atas kerusuhan di stadion Port Said dimulai

Sumber gambar, AP
Pengadilan di Kairo hari ini, Selasa 17 April, memulai sidang atas kasus kerusuhan dalam pertandingan sepak bola di Stadion Port Said yang menewaskan 75 orang.
Tak lama setelah dimulai, hakim sempat memutuskan untuk menghentikan sidang karena para tersangka berteriak-teriak sebagai protes atas dakwaan yang mereka hadapi.
Para tersangka yang mengenakan baju putih yang berada dalam dalam ruang berjeruji berteriak untuk menegaskan mereka tidak bersalah. Setelah suasana tenang, sidang dimulai kembali.
Dalam pertandingan di Stadion Port Said, 1 Februari 2011, terjadi bentrokan antara pendukung klub tamu asal Kairo, Al-Masry, dengan tuan rumah, Al-Ahly.
Sebagian besar dari 73 tersangka -sembilan di antaranya adalah perwira polisi senior- menghadapi dakwaan pembunuhan dan sebagian dikenakan dawaan membantu pendukung klub Al-Masry untuk menyerang pendukung Al-Ahly.
Kemarahan keluarga korban
Para pendukung Al-Ahly memiliki kaitan yang kuat dengan gerakan unjuk rasa yang berhasil menumbangkan pemerintahan presiden Husni Mubarak.
Diduga polisi sengaja membiarkan para pendukung Al-Masry menyerang para pendukung Al-Ahly.
Keamanan ditingkatkan di ruang sidang karena para pendukung kedua klub menghadiri sidang yang digelar di gedung Akademi Kepolisian Kairo.
Seorang ibu korban yang berada di luar ruang sidang mengecam aparat keamanan yang lalai dalam kerusuhan itu. Putranya, Islam al-Affandi, tewas dalam kerusuhan tersebut.
"Kepala keamanan adalah orang yang membunuh putra-putra kami. Dia harus dieksekusi dan saya dengan keras mengatakan: jika mereka tidak mengeksuksi dia, maka saya akan pergi ke Port Said dan membunuh dia. Saya bersumpah kepada Tuhan untuk mengesekusi dia sendiri," tuturnya kepada kantor berita Reuters.
Sebuah penyelidikan parlemen mendukung pendukung kedua klub dan lemahnya keamanan sebagai penyebab tewasnya sejumlah orang dalam kerusuhan tersebut.
Kepala keamanan negara di Port Said dan dewan direktur Asoasiasi Sepakbola Mesir dipecat tak lama setelah kerusuhan tersebut.









