FIFA belum kembalikan karcis piala dunia

FIFA masih berhutang kepada lebih dari 2.000 orang karena masalah mengirim uang penjualan tiket yang dijual kembali lewat situs internet badan sepakbola itu.
Karcis-karcis piala dunia yang tidak dikehendaki bisa dikembalikan ke FIFA, yang kemudian akan ditawarkan ke orang lain setelah pemilik membayar biaya yang telah ditetapkan.
Sebelumnya, penyelenggara Piala Dunia berjanji untuk mengirim uang hasil penjualan karcis itu dalam waktu empat minggu setelah final tanggal 11 Juli.
Namun ketika FIFA mencoba mengirim dana itu kepada 21.500 orang, seperempat dari jumlah itu tidak berhasil.
Match, perusahaan distribusi karcis FIFA, mengatakan sebagian besar kegagalan transaksi itu disebabkan karena pelanggan mengganti rincian kartu kredit mereka karena banyak yang telah berganti kartu sejak karcis Piala Dunia pertama kali dijual bulan Februari 2009.
Enam ribu penggemar Piala Dunia belum menerima uang hasil penjualan karcis mereka setelah upaya untuk mengirim kembali uang itu pada bulan Agustus gagal.
Namun kini sebagian besar kasus ini telah diselesaikan, meski jumlahnya yang tersisa hingga kini masih banyak.
FIFA merencanakan untuk membuat satu pesan dari situs internet Piala Dunia, mengirim SMS dan menghubungi lewat telepon, untuk mencari mereka yang masih belum menerima uang hasil penjualan karcis itu.
Dan Match mengatakan hingga kini tidak ada batas waktu bagi orang untuk meminta kembali uang mereka tersebut.
Masalah karcis Piala Dunia memang menjadi sumber kontroversi setelah upaya penjualan secara online tidak begitu popular di kalangan penonton tuan rumah Afrika Selatan.
Setelah penjualan awal yang lesu, lebih dari 100.000 karcis terjual dalam dua hari setelah diputuskan bahwa warga Afrika Selatan bisa membelinya di kios-kios khusus.









