Singkirkan PSG dari Liga Champions, Barcelona cetak hasil ‘mustahil’

FC Barcelona menjadi klub pertama dalam sejarah Liga Champions yang mampu mengejar ketinggalan 0-4 pada babak 16 besar, menyusul kemenangan 6-1 (agregat 6-5) atas Paris St Germain di Stadion Nou Camp, pada Kamis (09/03) dini hari WIB.

Sesaat setelah pertandingan berakhir, Presiden FC Barcelona, Josep Maria Bartomeu, mengatakan, "Ini adalah pencapaian bersejarah yang akan dikenang selamanya."

Kemenangan yang dicapai Lionel Messi dan kawan-kawan memang tidak disangka-sangka. Gelandang Barcelona, Ivan Rakitic, bahkan menyebutnya "sangat mustahil".

"Tidak, saya tidak percaya. Tadinya sangat mustahil," ujar Rakitic ketika ditanya apakah dia semula meyakini Barcelona bisa membalikkan keadaan.

"Pertandingan pertama di Paris sangat sulit bagi kami, banyak orang berbicara pedas soal tim kami. Ini sejarah. Kami harus percaya. 4-0 memang sulit, tapi ini sepak bola…Hari ini gila. Inilah Barcelona, tim terbaik di dunia dan kami ingin meneruskan mimpi kami di Liga Champions," kata Rakitic kepada BT Sport.

BT Sport, yang menayangkan pertandingan tersebut di Inggris, menampilkan Gary Lineker, Rio Ferdinand, Steven Gerrard, dan Michael Owen sebagai komentator.

Ketika Sergi Roberto menceploskan gol keenam yang menjadi penentu kemenangan Barcelona, keempat sosok itu bersorak kencang dan melompat-lompat. Michael Owen bahkan berlari mengitari studio.

"Jika Anda melihat skuad Barcelona, mereka semua telah meraih berbagai hal. Namun saya yakin laga ini merupakan salah satu laga terbaik yang pernah mereka mainkan. Kekuatan untuk menekan seperti yang mereka lakukan..Ada sekarung emosi dalam pertandingan itu," kata Rio Ferdinand kepada BT Sport.

Tiga gol dalam tujuh menit terakhir

Disaksikan ribuan pendukungnya di Stadion Nou Camp, FC Barcelona membuka keunggulan pada babak pertama melalui sundulan Luis Suarez pada menit ketiga dan gol bunuh diri Layvin Kurzawa pada menit ke-40.

Usai jeda 15 menit, Neymar dijatuhkan bek PSG, Thomas Meunier, di kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih dan Lionel Messi sukses mencetak gol.

PSG mampu memberi perlawanan sekaligus mengubah kedudukan menjadi 1-3 (agregat 4-3) berkat tembakan keras Edinson Cavani pada menit ke-61.

Sekilas, gol itu tampaknya mengubur mimpi tuan rumah. Namun, asa FC Barcelona masih terjaga.

Diawali gol tendangan bebas Neymar pada menit ke-88, tim Catalan itu menjebol gawang PSG sebanyak tiga kali. Dua gol berikutnya datang pada waktu tambahan di menit ke-91 dan ke-95 melalui Neymar serta Sergi Roberto.

Tiga gol dalam tujuh menit terakhir itu membulatkan skor menjadi 6-1 sekaligus mengubah kedudukan agregat 6-5.