Sedikitnya 39 orang tewas dalam tabrakan kereta api cepat di Spanyol

Waktu membaca: 3 menit

Sedikitnya 39 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam tabrakan kereta api berkecepatan tinggi di bagian selatan Spanyol, menurut kepolisian setempat. Pihak berwenang mengatakan angka tersebut "belum final" dan menyebutnya sebagai kecelakaan kereta api terburuk dalam lebih satu dekade.

Layanan darurat telah merawat 112 orang, 48 di antaranya masih dirawat di rumah sakit, termasuk lima anak-anak.

Sebelas dari mereka yang masih dirawat di rumah sakit berada di unit perawatan intensif.

Insiden ini berawal saat gerbong kereta api yang menuju Madrid keluar rel dan melintasi rel sebelahnya.

Ular besi tersebut kemudian menabrak kereta api yang datang dari arah berlawanan di dekat Córdoba pada Minggu malam waktu setempat.

Sebagian besar korban tewas dan luka-luka berada di gerbong depan kereta kedua, yang sedang menuju selatan dari Madrid ke Huelva.

Di dalam kedua kereta tersebut setidaknya terdapat 400 penumpang dan awak kereta.

Jumlah penumpang di kereta api yang keluar dari rel—dioperasikan oleh Iryo— sebanyak 300 orang.

Seratus lainnya, berada di kereta api yang dioperasikan perusahaan plat merah Renfe.

Beberapa video di media sosial menggambarkan para penumpang yang sedang dievakuasi.

'Terasa seperti gempa bumi'

Seorang penumpang yang berada di salah satu kereta yang terlibat dalam kecelakaan, mengatakan dampak tabrakan terasa seperti "gempa bumi".

"Saya berada di gerbong pertama. Ada momen ketika rasanya seperti gempa bumi dan kereta memang telah keluar rel," kata jurnalis RTVE Spanyol, Salvador Jimenez.

José, seorang penumpang di kereta yang menuju Madrid, mengatakan kepada stasiun televisi publik Canal Sur: "Ada orang-orang berteriak, memanggil dokter."

Insiden 'sangat aneh'

Menteri Transportasi Spanyol Óscar Puente, mengatakan jumlah korban tewas "belum final" dan penyelidikan telah dibuka terkait tabrakan tersebut.

Ia menggambarkan inisden ini sebagai kecelakaan kereta api terburuk di negara itu dalam lebih dari satu dekade.

Óscar Puente menggambarkan insiden tersebut sebagai "sangat aneh". Ia mengklaim semua ahli kereta api yang dikonsultasikan oleh pemerintah "sangat bingung dengan kecelakaan tersebut"

Ia juga mengklaim kecelakaan itu terjadi di bagian rel lurus yang telah direnovasi total Mei lalu dengan investasi besar.

Kereta pertama yang tergelincir juga "praktis baru", katanya.

Ia mengatakan bahwa setidaknya dibutuhkan waktu satu bulan untuk hasil investigasi dirilis.

Di sisi lain, pihak perusahaan yang mengoperasikan kereta yang pertama kali tergelincir saat melakukan perjalanan antara Málaga dan Madrid pada Minggu malam mengatakan lokomotif tersebut baru diperiksa empat hari yang lalu.

Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita AFP, Iryo mengatakan kereta tersebut dibuat pada 2022, dan relatif baru.

Kereta itu "berbelok ke jalur yang berdekatan karena alasan yang masih belum diketahui," kata perusahaan tersebut.

Berita ini akan terus diperbarui.