Empat astronaut dipulangkan ke Bumi karena masalah 'kesehatan serius' – Apa fakta-faktanya?

Waktu membaca: 4 menit

Empat astronaut yang dievakuasi dari Stasiun Luar Angkasa Internasional telah mendarat di Bumi, Kamis (15/01), setelah masa tinggal mereka di luar angkasa dipersingkat satu bulan lantaran masalah medis yang dianggap serius.

Kapten awak ruang angkasa yang berasal dari NASA, Mike Fincke, adalah yang pertama keluar dari pesawat ruang angkasa.

Dia tersenyum dan gerakannya sedikit sempoyongan. Dia lalu dibaringkan di tandu, mengikuti prosedur standar.

Finckle diikuti Zena Cardman dari NASA, Kimiya Yui dari Jepang, dan kosmonaut Oleg Platonov dari Rusia.

Mereka melambaikan tangan dan tersenyum ke arah kamera.

"Senang sekali bisa kembali ke rumah!" ujar Cardman.

Ini adalah pertama kalinya astronaut dievakuasi karena masalah kesehatan sejak stasiun tersebut ditempatkan di orbit Bumi pada 1998.

Dibatalkan di menit-menit terakhir

Tim tersebut, yang dikenal sebagai Crew-11, saat ini akan menjalani pemeriksaan medis setelah mendarat di lepas pantai California, Amerika Serikat.

Dalam jumpa pers setelah pendaratan di laut, pimpinan NASA, Jared Isaacman, menyatakan bahwa astronaut yang sakit tersebut "dalam keadaan baik" dan "bersemangat."

Dilihat dari komunikasi NASA sebelumnya perihal kesehatan astronaut, kemungkinan besar identitas anggota kru yang sakit atau detail masalah kesehatannya tidak akan diungkap kepada publik.

Kendali Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) telah dialihkan kepada kosmonaut Rusia, Sergey Kud-Sverchkov, dan dua anggota awak lainnya.

Para astronaut tiba di ISS pada 1 Agustus tahun 2025, dengan harapan menyelesaikan masa tinggal standar selama enam setengah bulan. Kepulangan mereka sebenarnya dijadwalkan pada pertengahan Februari mendatang.

Namun, pada pekan kedua Januari lalu perjalanan luar angkasa yang dijadwalkan oleh Fincke dan Cardman dibatalkan pada menit-menit terakhir.

Beberapa jam kemudian, NASA mengungkapkan bahwa seorang anggota kru jatuh sakit.

"Perasaan kami campur aduk," kata Fincke saat menyerahkan kunci ISS kepada Kud-Sverchkov, 12 Januari lalu.

Dalam unggahan di media sosial, Fincke menekankan bahwa semua awak di dalam pesawat ruang angkasa tersebut "stabil, aman, dan terawat dengan baik."

Saling berpelukan sesama awak

Mengorbit Bumi pada ketinggian 400 kilometer, ISS melakukan 16 orbit per hari, dengan kecepatan sekitar 28.000 kilometer per jam.

ISS dikelola oleh lima badan antariksa dan melakukan berbagai penelitian ilmiah tentang ruang angkasa dan efek mikrogravitasi pada manusia, hewan, dan tumbuhan.

ISS memiliki beberapa peralatan medis dan para astronaut dilatih untuk menangani masalah kesehatan ringan, tapi tidak ada dokter di dalam rombongan mereka.

Baca juga:

Evakuasi tersebut merupakan uji coba besar bagi prosedur NASA dalam kasus darurat medis.

Menurut semua laporan, uji coba tersebut berhasil diselesaikan, walau pertanyaan dapat muncul tentang kapasitas respons badan tersebut jika astronaut mengalami keadaan darurat medis.

Keberangkatan lebih awal ini membuat ISS hanya memiliki awak minimal tiga astronaut: Chris Williams dari NASA, dan kosmonot asal Rusia, Kud-Sverchkov dan Sergei Mikaev, hingga empat astronot lagi tiba pada Februari mendatang.

"Terlepas dari semua perubahan dan kesulitan, kami akan menyelesaikan pekerjaan kami di ISS, melaksanakan semua tugas ilmiah dan pemeliharaan, apa pun yang terjadi," kata Kud-Sverchkov.

Insiden yang belum pernah terjadi sebelumnya

Insiden ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah ISS, stasiun yang telah berawak tetap selama 26 tahun.

Misi luar angkasa hanya pernah dipersingkat lebih awal karena masalah kesehatan pada dua kesempatan sebelumnya.

Pada 1985, kosmonaut Soviet Vladimir Vasyutin dan rekan-rekannya kembali empat bulan lebih awal dari jadwal dari misi ke stasiun ruang angkasa Salyut 7 karena masalah urologis.

Dan pada 1987, aritmia jantung [gangguan pada irama detak jantung] memaksa kosmonaut Soviet Aleksandr Laveykin untuk meninggalkan stasiun ruang angkasa Mir lebih awal dari jadwal.

Seiring semakin banyaknya orang yang melakukan perjalanan ke luar angkasa, termasuk untuk pariwisata dan kemungkinan kolonisasi Bulan atau bahkan Mars, para ahli antariksa mengatakan bahwa dokter perlu dilibatkan dalam misi tersebut.