Satu hari bersama warga 'Kampung Idiot'

Judi, 45, duduk di lantai rumahnya. Kaki Judi dirantai selama 16 tahun oleh orang tuanya karena dia menderita keterbelakangan mental.

Sumber gambar, Ulet Ifansasti l Getty Images

Keterangan gambar, Judi, 45, duduk di lantai rumahnya. Kaki Judi dirantai selama 16 tahun oleh orang tuanya karena dia menderita keterbelakangan mental.

Lebih dari 400 orang menderita keterbelakangan mental di Ponorogo, Jawa Timur. Pemerintah dan penduduk setempat mengatakan inses, malnutrisi, dan kekurangan iodin menjadi penyebab.

Desa seperti Sidoharjo, Karangpatihan dan Krebet, di kenal sebagai "Kampung Idiot" di mana anak-anak dan orang dewasa menderita keterbelakangan mental yang bisa disamakan dengan gejala down syndrome.

Mereka hidup di bawah garis kemiskinan dengan penghasilan keluarga hanya sekitar Rp300.000 hingga Rp500.000 per bulan. Banyak warga yang juga menderita malnutrisi, lumpuh, dan gangguan pendengaran dan penglihatan.<link type="page"><caption> </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/01/160120_majalah_desa_orang_cacat" platform="highweb"/></link>

  • <link type="page"><caption> Harapan baru di desa penuh orang difabel </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/01/160120_majalah_desa_orang_cacat" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Setidaknya 18.800 orang masih dipasung di Indonesia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/03/160320_indonesia_hrw_pasung" platform="highweb"/></link>

Pasung adalah praktik umum di desa-desa ini untuk menjaga mereka yang cacat. Pemerintah Indonesia telah resmi melarang pemasungan pada 1977 tapi gagal diterapkan. Menurut Human Rights Watch, lebih dari 57.000 orang pernah pasung sekali dalam hidup mereka dan sekitar 18.800 saat ini masih mengalaminya.

Bosrot, 55, menderita Down Syndrome, duduk di depan rumahnya di Desa Krebet.

Sumber gambar, Ulet Ifansasti l Getty Images

Keterangan gambar, Bosrot, 55, menderita Down Syndrome, duduk di depan rumahnya di Desa Krebet.
Sinem (kiri), menderita Down Syndrome. Dia juga lumpuh, bisu, dan tuli. Empat saudaranya juga menderita Down Syndrome.

Sumber gambar, Ulet Ifansasti l Getty Images

Keterangan gambar, Sinem (kiri), menderita Down Syndrome. Dia juga lumpuh, bisu, dan tuli. Empat saudaranya juga menderita Down Syndrome.
Sati, 39, yang menderita Down Syndrome, mandi dibantu ibunya di rumah.

Sumber gambar, Ulet Ifansasti l Getty Images

Keterangan gambar, Sati, 39, yang menderita Down Syndrome, mandi dibantu ibunya di rumah.
Jamila, 13, menderita Down syndrome, terbaring di lantai rumahnya di Desa Sidowayah. Jamila juga lumpuh dan bisu sejak bayi dan kini diasuh oleh neneknya selagi ibunya mencari uang sebagai TKI di Malaysia.

Sumber gambar, Ulet Ifansasti l Getty Images

Keterangan gambar, Jamila, 13, menderita Down syndrome, terbaring di lantai rumahnya di Desa Sidowayah. Jamila juga lumpuh dan bisu sejak bayi dan kini diasuh oleh neneknya selagi ibunya mencari uang sebagai TKI di Malaysia.
Sijum, 40, makan dibantu oleh ibunya Toyimah. Sijum tidak hanya menderita Down syndrome tetapi juga lumpuh dan bisu sejak bayi.

Sumber gambar, Ulet Ifansasti l Getty Images

Keterangan gambar, Sijum, 40, makan dibantu oleh ibunya Toyimah. Sijum tidak hanya menderita Down syndrome tetapi juga lumpuh dan bisu sejak bayi.
Orang-orang dengan keterbelakangan mental ini hadir dalam sebuah pelatihan keterampilan di Rumah Kasih Sayang di Desa Krebet.

Sumber gambar, Ulet Ifansasti l Getty Images

Keterangan gambar, Orang-orang dengan keterbelakangan mental ini hadir dalam sebuah pelatihan keterampilan di Rumah Kasih Sayang di Desa Krebet.
Satu, penderita Down syndrome, menggiring sepedanya setelah mengikuti pelatihan di Rumah Kasih Sayang di Desa Krebet.

Sumber gambar, Ulet Ifansasti l Getty Images

Keterangan gambar, Satu, penderita Down syndrome, menggiring sepedanya setelah mengikuti pelatihan di Rumah Kasih Sayang di Desa Krebet.
Majid, 35, duduk di balik jeruji di sebelah rumahnya. Kaki Majid telah dipasung selama enam tahun oleh orang tuanya. Petugas kesehatan pemerintah ingin dia dilepaskan karena dia dianggap sudah sembuh tetapi orang tuanya melarang.

Sumber gambar, Ulet Ifansasti l Getty Images

Keterangan gambar, Majid, 35, duduk di balik jeruji di sebelah rumahnya. Kaki Majid telah dipasung selama enam tahun oleh orang tuanya. Petugas kesehatan pemerintah ingin dia dilepaskan karena dia dianggap sudah sembuh tetapi orang tuanya melarang.