Desainer baju Muslim Indonesia pamerkan rancangan di London

Empat desainer baju Muslim Indonesia menampilkan rancangan mereka dalam International Fashion Showcase, bagian dari London Fashion Week yang dimulai Jumat (19/02).
Keempat perancang ini termasuk bagian dari desainer 24 negara yang ikut dalam pameran di Somerset House, London dan diselenggarakan sampai Selasa (23/02).
Kurator untuk tim Indonesia, Carri Munden, mengatakan apa yang diangkat dalam pameran empat perancang busana Muslim adalah menggabungkan teknik tradisional dan modern.

Karya Dian Pelangi ini merupakan hasil kolaborasi dengan dua desainer lulusan London College of Fashion, Nelly Stewart and Odette Steele, yang sempat magang di Pekalongan, tempat produksi desain Dian.
"Selama tiga bulan, mereka belajar tenun, membuat batik dan jumputan dan lahirnya ide bersama ini," kata Dian.
Dian antara lain menunjuk motif jumputan Palembang yang ia gunakan untuk menunjukkan motif asap.
Angkat kain tradisional untuk menarik anak muda

Zaskia Sungkar - yang memulai karir dalam industri fashion pada 2014, membuat karyanya ini dengan memadukan tenun rangrang Bali dengan unsur modern.
"Dalam satu tahun terakhir ini, saya fokus memakai kain tradisional yang bisa diolah sedemikian rupa, agar generasi muda tertarik dan tetap memakai kain tradisional yang merupakan warisan budaya paling berharga," kata Zaskia.
"Kain Indonesia sudah termasuk couture (adi busana)...dan saya angkat adalah songket, tenun dan juga batik."
Kristal dan model minimalis

Nanida Jenahara Nasution menampilkan rancangan apa yang ia sebut 'minimalis' tetapi tetap elegan dengan manik kristal.

Etu, karya Restu Anggraini, mengangkat efek bunga dengan teknik anyaman.

Ruangan yang menampilkan perancang dari Korea Selatan, salah satu dari 24 negara yang ikut dalam International Fashion Showcase.









