Kisah pilu anak-anak Suriah yang viral di 2015

Sekitar dua juta anak-anak Suriah menjadi pengungsi, namun hanya sedikit cerita mereka yang menarik perhatian masyarakat lewat dunia maya.

BBC merangkum lima kisah anak suria yang paling menarik perhatian dunia pada 2015.

1. Anak perempuan yang mengira kamera sebagai senapan

Foto seorang anak perempuan mengangkat tangannya (tanda menyerahkan diri) di depan kamera menjadi viral di awal 2015, namun hanya sedikit informasi yang diketahui tentang anak tersebut.

Cuitan yang pertama kali mengunggah foto tersebut telah disebar sebanyak 25.000 kali.

Maret lalu, BBC mencari keberadaan fotografer Turki, Osman Sağırlı, yang mengambil foto tersebut di kamp Atmeh, perbatasan Turki - Suriah.

Foto tersebut ternyata diambil pada tahun 2014 dan anak perempuan tersebut bernama Huda.

"Saya menggunakan lensa telephoto dan ia pikir lensa tersebut adalah senjata," ujar Sağırlı.

BBC juga mencari ayah Huda untuk mengetahui apa yang terjadi dengan keluarga tersebut setelah foto anaknya yang berumur tiga tahun menjadi viral.

"Tidak ada yang berubah," ujarnya. "Situasi telah berubah dari buruk menjadi lebih buruk, terutama di musim dingin."

Ayah Huda mengatakan kebutuhan seperti air bahkan tidak selalu tersedia di kamp yang telah mereka huni selama tiga tahun itu.

2. Anak penjual pulpen

Sebuah foto memilukan seorang pengungsi menjual pulpen di jalanan Beirut sambil menggendong anak perempuannya yang tertidur menarik perhatian jutaan orang.

Hidup ayah anak ini berubah dramatis ketika seorang wartawan asal Islandia, Gissur Simonarsonn, menemukan mereka dan menyebarkannya di Twitter.

Sang ayah yang berumur 33 tahun bernama Abdul Halim Attar dan putrinya Reem berasal dari Palestina dan tinggal di kamp pengungsi Yarmouk di Suriah.

Simonarsonn menyebarkan foto mereka di Twitter dan menggalang dana sebesar US$5,000 untuk Attar dan putrinya. Akhirnya ia justru berhasil mengumpulkan lebih dari US$190,000.

Attar menggunakan uang tersebut untuk membuka tiga usaha di Beirut: toko roti, warung kebab, dan rumah makan kecil. Ia juga mempekerjakan 16 pengungsi Suriah.

Kini, Attar tinggal di Beirut bersama kedua anaknya.

3. Anak yang takut pada pria berseragam

Sebuah video yang menunjukkan anak perempuan berumur lima tahun menangis histeris saat didekati polisi Turki juga menjadi viral dan ditonton lebih dari dua juta kali.

Anak tersebut sedang berjualan tisu saat polisi mendekatinya. Ia menangis dan panik karena takut ditangkap.

"Saya tidak akan melakukannya lagi (menjual tisu)," ujarnya berulang-ulang. Banyak orang yang berkomentar video tersebut menunjukkan trauma yang disebabkan oleh perang.

Anak perempuan tersebut bernama Aisha dan dikembalikan ke keluarganya dengan selamat. Tidak ada informasi lebih lanjut tentang apa yang terjadi dengan keluarga itu setelahnya.

BBC telah menghubungi organisasi kemanusiaan Turki yang mengunggah video tersebut, namun mereka mengatakan telah putus kontak dengan Aisha dan keluarganya.

4. Anak yang dipukuli karena menjual tisu

Seperti Aisha, Ahmed Abyed yang berumur 13 tahun juga sedang menjual tisu. Sayang nasibnya berbeda karena ia berujung dipukuli oleh manajer sebuah restoran di Izmir.

Fotonya yang sedang dipukuli dengan hidung berlumuran darah juga ramai di media sosial Turki.

Melalui media sosial, banyak orang di Turki yang geram dengan bagaimana para pengungsi diperlakukan

Ahmed mengatakan kepada sebuat media lokal," Saya hanya menjual tisu kepada seorang wanita, lalu mereka mendorong dan memukul saja. Saya juga diinjak sampai pingsan. Ada orang Suriah di seberang jalan yang melihat dan segera menyiram air ke muka saya agar saya sadar."

"Apa yang terjadi kepada Ahmed? Berdasarkan keterangan pihak berwenang Turki, ibu Ahmed yang sedang sakit jantung diberikan perawatan kesehatan. Ayahnya juga ditawari pekerjaan dan seluruh keluarganya diberikan liburan singkat di sebuah hotel.

Namun, Ahmed mengatakan ia akan tetap menjual tisu untuk membantu keuangan keluarganya.

5. Balita yang mengubah dunia

Jika ada foto yang paling mencuri perhatian dunia, itu adalah foto jenazah balita berumur tiga tahun bernama Alan Kurdi yang tersapu ombak.

Foto tersebut menjadi simbol perjuangan pengungsi Suriah dan menyadarkan dunia akan apa yang terjadi di Suriah.

Alan, bersama kakaknya Ghalib dan ibunya Rehan meninggal pada 2 September saat perahu yang membawa mereka menyebrang ke Yunani tenggelam dan menewaskan 12 pengungsi lainnya.

Ayahnya Abdullah adalah satu-satunya anggota keluarga yang selamat. Kini ia menyerahkan mimpinya memulai hidup baru di Eropa dan memutuskan kembali ke Suriah.

Dalam sebuah interview BBC dengan bibi Alan, Tima Kurdi, ia mengatakan kematian Alan mengupah pandangan dunia akan pengungsi.

"Sangat menyakitkan mengalami tragedi ini namun kami bangga karena ia telah menyelamatkan ribuan pengungsi lainnya," ujarnya.