Menyaksikan pameran foto satwa di tengah hutan

Sumber gambar, Bjorn Vaughn
Kerumunan anak belasan tahun berjalan perlahan di hutan Rungan Sari, di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Mata mereka menjelajahi suasana sekeliling sembari sesekali diam terpaku menatap jajaran foto di kanan dan kiri jalan.

Sumber gambar, Bjorn Vaughn
Anak-anak itu sesungguhnya tengah menghadiri pameran foto di tengah hutan. Foto-foto tersebut menampilkan hewan memamah biak -mamalia, unggas, ular, dan serangga.
Lewat pameran seperti ini, anak-anak ini bisa saja menatap orang utan yang sedang bergelantungan di pohon seperti yang ada di foto. Atau, sebaliknya, orang utan di pohon dapat menyaksikan kerumunan anak yang asyik memperhatikan fotonya.

Sumber gambar, Bjorn Vaughn
Para kurator pameran foto bertajuk “I am the forest” atau “saya adalah hutan” merupakan para karyawan dan pegiat dari PT Borneo Productions International, Borneo Nature Foundation dan Sekolah Bina Cita Utama.

Sumber gambar, Bjorn Vaughn
Mereka ingin agar anak-anak ini melihat para penghuni hutan dan menangkap suara yang disampaikan satwa-satwa itu setahun setelah kebakaran hutan dan lahan melanda Kalimantan Tengah dan sejumlah kawasan di Indonesia pada 2015 lalu.

Sumber gambar, Bjorn Vaughn
“Kami dari BNF ingin memperlihatkan keanekaragaman hayati yang ada di Kalimantan Tengah. Mungkin sebagian dari anak-anak belum tahu apa yang ada di dalam alam Kalimantan mereka sendiri,” kata Riethma Yustiningtyas dari Borneo Nature Foundation.

Sumber gambar, Bjorn Vaughn
Para pengunjung pun mendapatkan pengalaman yang tak biasa.
“Rasanya, wah indah sekali. Aku belum pernah datang dan mengalami yang seperti ini. Bisa menyadarkan orang lain bahwa kita tidak hidup sendirian, kita tidak hanya manusia saja tapi ada hewan, tumbuhan, dan lain-lain,” kata Rata, seorang mahasiswa dari Palangkaraya.
Pameran foto “I am the forest” resmi dibuka pada 2 Oktober.









