Memotret mereka yang tersudut di ambang kematian

Sumber gambar, BBC INDONESIA

    • Penulis, Mehulika Sitepu
    • Peranan, Wartawan BBC Indonesia

20 tahun yang lalu Toshi Kazama memutuskan mengambil potret seorang remaja 16 tahun yang dijatuhi hukuman mati.

Pada saat itu, Toshi adalah seorang fotografer komersial yang sukses. Berbasis di New York, karyanya muncul di sampul majalah ternama, seperti Vogue, dan album CD musisi-musisi ternama.

  • <link type="page"><caption> Finalis dan pemenang fotografi kontemporer </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/multimedia/2016/02/160212_galeri_foto_kontemporer" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/multimedia/2016/02/160212_galeri_foto_kontemporer" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> Jokowi ajak Duterte blusukan, pegiat kecam 'kebrutalan' Duterte</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160909_indonesia_kunjungan_duterte" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Amnesty desak Indonesia moratorium hukuman mati</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/10/151015_indonesia_hukuman_mati_amnesty" platform="highweb"/></link>

Tadinya dia berpikir dengan menerbitkan foto remaja yang saat itu ramai diperbincangkan, mungkin dapat mendongkrak karirnya lebih jauh.

Namun ternyata proyek itu mengubah hidupnya.

Proyek yang mengubah hidup

TOSHI kAZAMA

Sumber gambar, TOSHI KAZAMA

Keterangan gambar, Michael Barns, Alabama. Tadinya mendapat hukuman mati. Sekarang menjalani hukuman seumur hidup

Sebelum memulai proyek fotonya, Toshi berpikir bahwa narapidana hukuman mati berwujud seperti monster.

Sampai dia bertemu Michael Barns, remaja 16 tahun yang dituduh membunuh seorang wanita berusia 78 tahun dan seorang lelaki tua, juga berusia 70an tahun.

Namun Michael adalah remaja polos. Dengan IQ hanya 70, dia tergolong terbelakang.

Ibunya sedang dalam keadaan overdosis narkoba dan masih berusia 16 tahun ketika melahirkan dia, sehingga sebagian otaknya tak bekerja.

Polisi menemukan beberapa sidik jari dan jejak kaki selain milik Michael Barns, namun hanya dia yang dituduh untuk kejahatan tersebut.

“Sebelumnya saya berpikir tugas polisi menemukan pelaku. Tugas jaksa menemukan kebenaran dan menuntut. Tujuan persidangan adalah menemukan kebenaran. Mata saya kemudian terbuka bahwa tugas polisi adalah menyelesaikan suatu kasus secepat mungkin. Tugas jaksa bukan mencari kebenaran tapi memenangkan kasus. Dan tugas hakim bukan memberi penilaian yang baik. Di kasus ini, jika hakim memberi hukuman yang ringan maka dia akan mendapat tekanan dari media dan masyarakat.”

TOSHI KAZAMA

Sumber gambar, TOSHI KAZAMA

Keterangan gambar, Kursi listrik ‘Yellow mama’. Tanda di tengah belakang tempat duduk adalah bekas tulang ekor narapidana yang terbakar

Tahun 1996, Toshi mengunjungi penjara Alabama. Dia dibawa melihat kursi kayu berwarna kuning dengan tali kulit. Dilengkapi dengan penutup kepala yang tersambung dengan kabel listrik. Kabel berakhir di pergelangan kaki.

Arus listrik mengalir ke kepala turun ke tulang belakang ke pergelangan kaki. Namun sebagian arus mengalir langsung ke tulang belakang dan meninggalkan noda terbakar berwarna kehitaman di bagian tengah belakang tempat duduk.

Ketika disengat listrik, biji mata keluar dan kulit terbakar hingga menjadi seperti arang. Cairan tubuh keluar lewat anus.

Petugas sipir menyebut kursi ini ‘Yellow Mama’ atau ‘Ibu kuning’.

“Ketika saya memotret ini, saya merasa kursi ini memanggil saya. Seperti ‘mari duduk disini, anakku’. Dan ketika saya berpikir mengapa saya berpikir seperti itu saya merinding. Sekarang saya mengerti mengapa mereka menyebutnya ‘Yellow mama’.

Kursi listrik di Tenessee, AS

Sumber gambar, TOSHI KAZAMA

Keterangan gambar, Kursi listrik di Tenessee, AS

Di bawah kursi terlihat ada baki untuk menampung cairan tubuh.

Ada dua lubang kunci dengan dua tombol saklar. Petugas tidak tahu yang mana yang terhubung listrik. Eksekusi dilakukan oleh dua petugas yang memasukkan kunci secara bersamaan.

Biasanya petugas atau algojo bekerja dalam regu. Ini untuk mengurangi rasa bersalah.

“Perasaan terburuk adalah mengetahui kita sendirian membunuh seseorang.”

“Mental algojo tidak sehat. Kamu membunuh seseorang mengatas-namakan keadilan, atas nama korban. Eksekusi mati adalah bentuk pembunuhan.”

“Algojo berkata jika mereka punya pilihan pekerjaan dengan pendapatan dan jabatan yang sama, mereka akan segera menerima pekerjaan itu. Tidak ada yang senang (menjadi algojo),” kata Toshi.

Sean Sellers, narapidana remaja pertama yang difoto Toshi yang dieksekusi mati

Sumber gambar, TOSHI KAZAMA

Keterangan gambar, Sean Sellers, narapidana remaja pertama yang difoto Toshi yang dieksekusi mati

Sean membunuh ibu dan ayah tirinya dan seorang lain di sebuah toko serba ada di Oklahoma pada 1997.

Ada yang mengatakan dia kerap mendapat kekerasan dari ayah tirinya sehingga dia tidak bahagia. Ada yang mengatakan dia pengikut Setan sehingga ingin membunuh semua orang.

“Ketika saya memotret dia, dia salah satu narapidana yang paling cerdas yang saya pernah foto. Empat minggu kemudia dia ingin saya datang sebagai temannya untuk menyaksikannya dieksekusi.”

“Saya sangat kaget ketika dia mengirim sebuah surat meminta saya menyaksikan sebagai temannya yang artinya dia tidak punya banyak teman.”

“Saya memotret dia kurang dari dua jam. Saya menghormatinya. Dia berkata dunia akan diuntungkan dengan apa yang saya kerjakan. Dia memanggil saya teman dengan hanya bertemu beberapa jam.”

“Saya kemudian menulis sepucuk surat kepadanya: Saya tidak memiliki keberanian duduk di eksekusimu. Tapi saya akan memikirkan kita berdua di rumah saya di New York, pada saat kamu dieksekusi. Hati saya bersamamu.”

“Eksekusi di Oklahoma berlangsung tengah malam. Berarti di New York pukul satu pagi. Saya tadinya tenang. Saya duduk dengan santai dengan sebuah jam di depan saya. Ketika jam menunjukkan pukul satu. Seperti ada objek asing yang tak nyata di dunia ini menusuk hati saya. Saya sangat terguncang. Saya menjadi sangat depresi setelahnya.”

“Selama tiga bulan saya tidak bisa melakukan apapun. Berbicara ke publik tentang anak yang saya temui ini membantu saya untuk pulih.”

“Ketika Oklahoma membunuh anak ini, bukan algojo atau petugas sipir yang membunuh. Penduduk Oklahoma yang membunuh.”

“Sehingga jika Indonesia membunuh para pengedar narkoba, seluruh bangsa membunuh narapidana.”

Menjadi Korban

Toshi kemudian menunjukkan sebuah jendela cermin berwarna hitam di foto. Itu adalah ruangan kecil di belakang ruang saksi eksekusi untuk keluaraga dan teman narapidana. Ruangan itu untuk keluarga korban.

Bagi Toshi, siapapun yang merancang ruangan tersebut berpikir bahwa luka batin keluarga korban dapat disembuhkan dengan menonton keluarga dan teman narapidana terhukum mati menangis. Seperti siklus pembalasan dendam.

TOSHI KAZAMA

Sumber gambar, TOSHI KAZAMA

Keterangan gambar, Korban seorang gadis keturunan Vietnam. Keluarganya membuka usaha restoran di AS

Dalam proyeknya, Toshi juga memotret korban dan keluarga korban.

Gadis ini adalah seorang korban. Orang tua dan kedua saudaranya dibunuh di restoran keluarga mereka oleh polisi wanita yang mereka pekerjakan di saat dia tidak sedang berdinas. Hanya dia seorang yang selamat dengan bersembunyi di dalam kulkas besar di dapur mereka.

Dia berkata, luka di hatinya akan ada selamanya namun Toshi membantunya mengubah bagiamana dia melihat luka tersebut.

“Dia masih sangat kecil namun penuh dengan kebesaran. Dia tidak fokus dengan lukanya. Dia memiliki kekuatan untuk bangkit lewat cinta.”

Toshi sendiri adalah korban.

  • <link type="page"><caption> Sejarah ‘fotografi hantu’ yang membangkitkan rasa penasaran </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_fut/2015/08/150809_vert_fut_ghost_photography" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Narkoba merusak hidup, tapi saya menolak hukuman mati</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/02/150203_trensosial_hukuman_mati" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Fotografer dalam pusaran konflik Suriah </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_tra/2016/08/160824_vert_tra_kereta_api_india" platform="highweb"/></link>

<link type="page"><caption> </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_tra/2016/08/160824_vert_tra_kereta_api_india" platform="highweb"/></link>Pada 13 tahun yang lalu, saat dia menjemput anak perempuannya yang saat itu berusia sembilan tahun dari sekolah dasar, dia diserang di jalanan. Dia dicekik dari belakang dan kepalanya dihantamkan ke trotoar. Darah segar keluar dari hidung dan telinganya. Dia tidak sadarkan diri selama lima hari. Istrinya diminta mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk.

Saat dia akhirnya sadarkan diri, dokter berkata dia akan menghabiskan sisa hidupnya di kursi roda. Saat dia melihat anak-anaknya, wajah mereka penuh dengan ketakutan. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi.

“Saya berkata kepada anak-anak saya: Bencilah kejahatannya, bukan orangnya.”

“Lewat proyek ini saya bertemu banyak korban. Satu-satunya cara mereka pulih adalah dengan cinta kasih. Sebagian masih dipenuhi kebencian dan kemarahan.”

“Saya berbicara dengan keluarga korban, jika mereka ingin melanjutkan kehidupan mereka, mereka harus memaafkan diri mereka sendiri. Bukan penjahat. Namun memaafkan diri mereka dari kebencian dan kemarahan terhadap kejahatan tersebut. Orang-orang harus mengisi diri mereka dengan cinta kasih.”

Toshi sendiri butuh waktu setahun untuk pulih. Sampai sekarang dia masih sering menderita masalah keseimbangan, pusing atau vertigo.

“Sulit sekali menjadi korban. Hal terburuk yang ada. Namun, siklus harus berhenti di korban.”

“Jika tidak berhenti di korban makan korban menjadi penjahat. Dengan eksekusi mati, seluruh bangsa menjadi penjahat membunuh seseorang atas nama keadilan.”

“Siklus harus berhenti di satu titik. Mata dibalas mata akan membuat kita semua buta.”

Eksekusi mati bukan jawaban

Saat ini sebagian besar negara-negara yang masih menjalankan eksekusi mati adalah negara-negara di Asia, termasuk Jepang dan Amerika Serikat.

Toshi berkata, selama ini orang-orang berpikir hukuman mati akan memberikan efek pencegahan atas kejahatan lain. Namun menurutnya, jika satu negara memberlakukan hukuman mati maka akan lebih banyak kejahatan di negara tersebut.

“Ketika suatu negara memberlakukan hukuman mati, orang-orang akan bergantung ke eksekusi. Tidak memikirkan bagaimana menghentikan kejahatan atau belajar dari kejahatan tersebut sehingga dapat menjadi usaha pencegahan.”

Menurut Toshi, Norwegia adalah salah satu negara dengan sistem peradilan terbaik di dunia. Ketika kejahatan terjadi, mereka fokus merehabilitasi pelaku dan menyembuhkan luka korban.

Keluarga korban butuh bukan sekadar simpati. Mereka butuh perawatan mental dan sokongan keuangan.