Pokemon Go diminta tidak muncul di PLTN Jepang

pokemon

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Pokemon Go, pengiriman SMS dan media sosial dipandang meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Perusahaan Jepang, TEPCO, meminta pencipta permainan realita maya, Pokemon Go, untuk menarik monster-monster Pokemon dari pembangkit listrik nuklir dan daerah pengungsian radio aktif Fukushima.

TEPCO menyatakan telah menemukan paling tidak satu monster Pokemon di dalam kompleksnya dan mereka khawatir pada pemain akan membahayakan dirinya saat mencari karakter ini.

  • <link type="page"><caption> Kursus menyeberang jalan bagi pemakai telepon pintar</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/07/160726_majalah_austria_telepongenggam" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Radiasi dari pembangkit nuklir Fukushima telah normal</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/07/160704_majalah_fukushima_nuklir" platform="highweb"/></link>

Perusahaan kereta Jepang juga mengajukan permintaan yang sama terhadap Niantic, pencipta permainan, meminta tokoh-tokohnya dicabut dari peron stasiun dan rel kereta.

Niantic mengatakan akan mengubah permainannya jika perusahaan tersebut menghadapi masalah.

Jumlah hal yang mengganggu perhatian pengemudi dan pejalan kaki terus bertambah sehingga meningkatkan risiko kecelakaan dengan adanya Pokemon Go, selain pengiriman SMS dan media sosial.

Permulaan bulan Juli dilaporkan tingkat radiasi di Lautan Pasifik kembali normal, lima tahun setelah terjadinya bencana pembangkit listrik nuklir Fukushima, Jepang.

Tidak lama setelah kejadian tersebut, tingkat radiasi di lepas pantai Jepang menjadi puluhan juta lebih tinggi daripada normal, di mana materi radioaktifnya menyebar sampai ke Amerika Serikat.