Hendak temui kekasihnya, remaja Bangladesh dicekal

Remaja di Bangladesh

Sumber gambar, bbc bangla

Keterangan gambar, Warga di Bangladesh dilaporkan aktif menggunakan jejaring sosial seiring dengan perbaikan jaringan internet.

Seorang remaja berusia 14 tahun dari Bangladesh ditahan dan dilarang bepergian keluar negeri padahal semula ia berencana menemui pujaan hatinya di Pakistan.

Aparat keamanan menahan remaja putri itu ketika ia hendak melintas perbatasan di kota Rangpur menuju India untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Pakistan.

Remaja tersebut melarikan diri dengan membawa perhiasan milik ibunya di rumah mereka di Dhaka.

Namun rencana untuk menemui kekasihnya di Pakistan yang ia kenal lewat jejaring sosial Facebook gagal. Ia kini masih berada di tahanan polisi dan belum jelas kapan ia akan dikembalikan kepada keluarganya.

  • <link type="page"><caption> Guru beragama Hindu menjadi korban kekerasan terbaru di Bangladesh</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160615_dunia_bangladesh_hindu" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160615_dunia_bangladesh_hindu" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> Polisi Bangladesh menangkap 3.000 orang lagi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160613_dunia_bangladesh_militan" platform="highweb"/></link>

Otorita setempat juga belum menjelaskan apakah remaja putri itu akan diperkarakan karena membawa kabur perhiasan ibunya.

Seiring dengan kemajuan infrastruktur telekomunikasi, semakin banyak warga Bangladesh yang sekarang dengan mudah bisa mengakses internet dan aktif menggunakan jejaring sosial.

Namun pada November tahun lalu, pihak berwenang memblokir akses ke aplikasi Facebook, Viber dan WhatsApp sehubungan dengan putusan Mahkamah Agung terkait penegakan hukuman mati terhadap dua orang terdakwa penjahat perang.

Disebutkan langkah itu dilakukan untuk mencegah demonstrasi meluas.

Bagaimanapun, Komisi Pengatur Telekomunikasi secara tak sengaja memotong seluruh akses internet di seluruh negeri.