Citra Ahok 'masih positif' di media sosial

Sumber gambar, Getty
Reputasi Basuki Tjahaja Purnama sebagai pemimpin DKI Jakarta masih dipandang positif oleh pengguna media sosial walau banyak yang mengkritisi kebijakannya, menurut lembaga analisa data.
Datalyst Indonesia, mengatakan terdapat 600.000 kicauan positif membahas Gubernur DKI Jakarta yang biasa dipanggil Ahok ini dalam periode Februari-Mei 2016.
Sementara kicauan negatif tentang Ahok sekitar 450.000 tweet dengan total perbandingan positif dan negatif adalah 57% dan 43%.
Namun Ami Ramadiah dari Datalyst mengatakan sentimen negatif terhadap Ahok cenderung semakin menguat karena pada bulan-bulan sebelumnya 'perbedaan persentase cukup lebar.'
"Perbedaannya jauh, waktu awal menjadi gubernur sentimen positif tentang Ahok di media sosial bisa dibilang sekitar 80%," katanya.
- <link type="page"><caption> Mendebat dugaan dana reklamasi Rp30 miliar</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/06/160621_trensosial_ahok_tempo" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Amelia, bukan Amalia, teman Ahok</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/06/160608_trensosial_teman_ahok" platform="highweb"/></link>
Dalam beberapa bulan terakhir, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ini memang mendapat banyak sorotan terkait penanganan banjir, penggusuran, reklamasi, dan terakhir terkait dugaan aliran dana Rp30 miliar pada relawan Ahok.

Tapi apakah gambaran ini sesuai dengan persepsi masyarakat sesungguhnya?
Bisa jadi, kata Ami. "Di Jakarta, dengan pengguna sosial media yang besar, opini bisa tercermin di sosial media," katanya.
Dibandingkan dengan bakal calon gubernur lain menjelang Pilkada DKI Jakarta, pembicaraan tentang Ahok juga mendominasi dengan sekitar 2,6 juta tweet atau 76%, sementara Yusril Ihza Mahendra 10%, Ahmad Dhani 5%, Sandiaga Uno dan Haji Lulung masing-masing 4%, serta Adhyaksa Dault 1%.

Peneliti dari Pusat Data Bersatu (PDB) Agus Herta mengatakan hasil ini tidak mengejutkan dan tetap menarik.
"Ini menunjukkan bahwa Ahok adalah kandidat yang paling siap menang. Dia masih menjadi tokoh sentral (dalam pilkada)."
Hasil ini menurut Agus juga sejalan dengan sejumlah survei yang menunjukkan bahwa elektabilitas Ahok tetap tinggi, tetapi dia menekankan bahwa ada kemungkinan perubahan karena angka swing voters masih dinilai besar.









