Amelia (bukan Amalia Teman Ahok) takutkan keselamatan keluarganya

Sumber gambar, FACEBOOK AMELIA
Amelia Ayuningthias, perempuan yang fotonya dicatut untuk kampanye hitam, mengatakan ingin namanya bersih dan tidak digunakan untuk menjelek-jelekan orang lain.
Foto Amelia akhir pekan lalu digunakan dalam sebuah posting-an yang menyebutnya sebagai Amalia Ayuningtyas -salah satu pendiri kelompok Teman Ahok, relawan yang menyokong Basuki Tjahaja Purnama menggunakan jalur independen dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun depan.
Dalam unggahan akun Facebook bernama Zeng Wei Jian -yang akhirnya dihapus- Amalia TemanAhok dituduh sengaja memakai kerudung sebagai "taktik untuk mendulang suara Ahok" dari warga ibu kota yang beragama Islam.
Foto Amelia digunakan sebagai bukti bahwa sebelumnya pendiri Teman Ahok tidak menggunakan kerudung.
- <link type="page"><caption> Mengapa dua relawan Teman Ahok dilarang masuk Singapura?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/06/160605_indonesia_teman_ahok_singapura" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Selamat dari Ahok untuk wali kota London Sadiq Khan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/05/160507_trensosial_khan_reax" platform="highweb"/></link>
Unggahan ini kemudian diambil oleh sejumlah situs dengan judul-judul sensasional, antara lain, "TAKTIK HIJAB: Hijab Pendiri (Relawan) TemanAhok 'Amalia Ayuningtyas' Mendadak Hilang!"
'Saya takut keselamatan saya'
Nama mereka, Amelia Ayuningthias dan Amalia Ayuningtyas memang mirip, tetapi tidak ada kaitan apapun.
Kepada BBC Indonesia Amelia menceritakan bagaimana dia akhirnya mengetahui fotonya tersebar.
"Senin sore, saya dapat pesan lewat Line dari teman saya, menanyakan TemanAhok. Saya bingung, saya tidak pernah jadi TemanAhok tidak pernah jadi pendirinya apalagi. Terus dikasih capture unggahan itu sama dia, saya lihat itu benar foto saya waktu di Singapura, saya gak inget kapan foto itu diambil karena sudah lama sekali," ceritanya.
"Awalnya biasa saja, (hanya terpikir) oh... ada foto saya dipakai untuk jelek-jelekin orang. Tetapi lama kelamaan, muncul meme yang tidak jelas yang membuat saya dan keluarga tidak nyaman. Foto saya diedit-edit, dilingkarin begitu, dikasih kata-kata yang provokatif."
"Komentar-komentar orang (di media sosial) membuat saya gerah, setelah saya klarifikasi itu pun dibilang klarifikasi palsu. Saya takut ini punya dampak buruk di masa depan, saya takut keselamatan saya, keselamatan keluarga saya, dilihat dari haters-haters yang sangat agresif saya takut, ini 'kan foto saya, nanti kalau saya di luar, dan ada orang yang mengira itu benar..."

Termakan informasi palsu
Amelia akhirnya <link type="page"><caption> membuat surat terbuka</caption><url href="https://www.facebook.com/amelia.ayuningthias/posts/1093428474013766" platform="highweb"/></link> kepada tiga situs yang memuat informasi yang tidak benar tersebut. Dalam unggahan itu, Amelia menuntut mereka memberikan klarifikasi dan meminta maaf.
"Kenapa foto saya digunakan untuk fitnah orang?" tanya Amelia dengan jengkel. "Sampai ada meme tidak jelas, dan banyak orang yang percaya saya Mba Amalia. Ngeri sekali melihatnya, kok bisa orang bisa gelap mata seperti itu dibilang itu bukan Mba Amalia, tetapi tetap percaya."
Unggahan Amelia pun dibagikan lebih dari 5.000 dan mendapat perhatian di media sosial. "Kasus ini menunjukan bahwa kebencian membuat Anda menjadi idiot. Belajarlah untuk menggunakan media sosial dengan bijak," kata satu pengguna Facebook.
"Mengapa menyerang orang yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan politik? Kasihan yang terfitnah," kata yang lain.
Pada Selasa (07/06) tiga situs terkait, menurut Amelia, sudah menghapus foto dirinya dari tautan namun tanpa ada pernyataan permintaan maaf.
BBC Indonesia sudah mencoba menghubungi dua dari tiga situs tersebut tapi hingga kini belum mendapat balasan.
Sementara itu, TemanAhok mengatakan tidak akan memperkarakan kasus ini walau konten tersebut "mengandung fitnah".
Tim ahli jaringan relawan Teman Ahok, I Gusti Putu Artha kepada BBC Indonesia mengatakan bahwa pihaknya saat ini tidak ingin "merespon hal semacam itu karena kita fokus untuk konsolidasi" pencalonan Basuki Tjahaja Purnama dalam pilkada tahun depan.









