Mengapa dua pendiri Teman Ahok ditolak masuk Singapura?

Sumber gambar, TEMAN AHOK
Pemerintah Singapura mengakui tak mengizinkan dua pendiri Teman Ahok masuk Singapura dan mengusir pulang, namun membantah telah menahan mereka.
Dalam keterangan tertulisnya, Kedutaan Besar Singapura untuk Indonesia menyebutkan bahwa Amalia Ayuningtyas dan Richard Handris Saerang, dimintai keterangan oleh petugas Imigrasi saat tiba di Bandara Changi Singapura, Sabtu 4 Juni 2016.
- <link type="page"><caption> Partai politik diminta ajukan calon lain saingan Ahok</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/05/160529_indonesia_ahok_independen" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Calon independen bukan karena 'deparpolisasi'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/03/160313_indonesia_pilkada" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Mungkinkah satu juta KTP terkumpul untuk Ahok?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/08/150805_trensosial_ahok_ktp" platform="highweb"/></link>
Menjawab pertanyaan petugas Singapura, Amalia dan Richard mengakui bahwa mereka datang "untuk melakukan kegiatan politik, termasuk menggalang dana kampanye, karenanya mereka ditolak masuk Singapura dan dilakukan pengaturan kepulangan mereka ke Indonesia."
"Mereka mengerti bahwa mereka tidak boleh melakukan kegiatan politik di Singapura, namun tetap memutuskan untuk berangkat ke Singapura. Mereka telah meninggalkan Singapura pada pagi 5 Juni," sebut Kedutaan Singapura. Aditya Wibowo dari Teman Ahok menyatakan, keduanya sebetulnya datang ke Singapura atas undangan Indonesia Food Festival di Singapura.
"Kami sempat cemas, karena sampai malam, kami tak mendapat kabar, dan tak bisa berhubungan dengan mereka," kata Aditya Wibowo.
- <link type="page"><caption> Basuki Purnama menolak rasisme</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/laporan_khusus/2013/09/130903_tokoh_agustus2013_wagub_basuki_purnama" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Ahok atau bukan Ahok? Media sosial 'kunci' kemenangan di Pilkada Jakarta</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/03/160314_trensosial_ahok_kampanye_twitter" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Upaya Gubernur Ahok menciptakan 'suasana kampung' di Jakarta</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/multimedia/2016/02/160205_galeri_kampung_jakarta" platform="highweb"/></link>
Teman Ahok pun melalui akun Twitternya, menyatakan akan mendatangi Kedutaan Singapura, jika Amalia dan Richard tidak dilepaskan.
Namun ternyata, kendati tidak ditahan, menurut Aditya Wibowo, mereka memang tidak diizinkan berkomunikasi selama dimintai keterangan.

Sumber gambar, TEMAN AHOK
Karena sudah tak ada lagi pesawat ke Jakarta, Amalia dan Richard terpaksa menginap di kantor imigrasi di bandara, untuk mendapat pesawat pertama ke Jakarta, Minggu (5/6), kata Aditya Wibowo pula.
Sesampainya di bandara Amalia Ayuningtyas dan Richard Saerang menyatakan kepada media bahwa mereka menghormati keputusan Singapura.
"Kami menghormati ketentuan hukum mereka. Kami diundang ke sana untuk hadir di acara Indonesia Food Festival, dan ketika kami tak boleh masuk, kami pulang ke sini. Tapi acara Festival Makanan Indonesia sih tetap saja berlangsung, karena bukan acara Teman Ahok," kata Amalia.










