Bantuan diperlukan perempuan hamil penderita epilepsi

Sumber gambar, PA
Perempuan hamil yang menderita epilepsi perlu ditangani oleh tim kesehatan spesialis untuk mencegah kematian yang tak diinginkan, sesuai dengan pedoman nasional terbaru di Inggris.
Diterbitkan oleh Royal College Obstetri and Ginekologi, RCOG, pedoman baru tersebut menyarankan agar para wanita mencari saran yang tepat sebelum kehamilan mereka.
Sebuah lembaha pegiat kesehatan, Epilepsy Action, meyambut baik pedoman baru in yang akan membantu perempuan penderita epilepsi mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tepat.
- <link type="page"><caption> Korsel kembangkan sistem peringatan wanita hamil di kereta</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/06/160603_majalah_korea_hamil" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Pengantin India pilih tamu pesta sebagai pengganti suami</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/08/150827_majalah_qatar_hamil" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Qatar Airways longgarkan aturan pramugari hamil</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/08/150827_majalah_qatar_hamil" platform="highweb"/></link>
Sekitar 2.500 bayi dilahirkan oleh ibu penderita epilepsi tiap tahunnya di Inggris.
Risiko atas jabang bayi
Ada beberapa risiko atas kesehatan bayi di kandungan karena menggunakan obat-obatan anti-epilepsi selama masa kehamilan, khususnya yang mengandung sodium valproate.

Sumber gambar, Image copyrightSCIENCE PHOTO LIBRARY
Beberapa ibu hamil menghentikan atau mengurangi penggunaannya, namun malah bisa memperparah kondisi sawan mereka dan sekaligus meningkatkan risiko kesehatan ibu dan bayi.
Pedoman ini juga menegaskan 'sebagian besar ibu memiliki bayi yang sehat dan normal, namun perempuan penderita epilepsi seharusnya mendapat informasi bahwa risiko terhadap jabang bayi tergantung dari jenis obat yang mereka gunakan, dan juga jumlah serta dosisnya.
Berikut beberapa arahan dari RCOG untuk dokter, bidan, konsultan kesehatan, dan perempuan penderita epilepsi:
- Meminta saran dari dokter umum sebelum merencanakan kehamilan
- Mendapat obat dengan dosis paling kecil dari obat epilepsi yang paling tepat
- Minum asam folat dengan dosis tinggi untuk mengurangi risiko cacat tulang belakang pada bayi
- Melahirkan dengan didampingi seorang konsultan jika ada risiko kejang-kejang
- Mendapatkan bantuan pascakelahiran meminimalisir risiko kejang karena keletihan dan stres
Para pakar menyatakan risiko kematian ibu hamil penderita epilepsi 10 kali lebih besar dibandingkan ibu hamil tanpa epilepsi.
Antara tahun 2009 hingga 2013, tercatat 21 wanita meninggal di Inggis selama kehamilan karena epilepsi dan sebagain besar dari kasus itu disebabkan kejang-kejang yang tidak dikendalikan dengan baik.
Apakah epilepsi itu?
Satu kondisi yang mempengaruhi otak dan menyebabkan kejang-kejang.
Kejang terjadi ketika tiba-tiba ada 'aliran listrik' yang kuat di otak sehingga menyebabkan gangguan sementara terhadap jalannya otak.
Ada beberapa jenis serangan, dan yang serius bisa membuat penderita kehilangan kesaaran, badan kaku, terjatuh ke lantai, dan mulut mengeluarkan cairan.
Beberapa jenis epilepsi hanya waktu terbatas dan orang bersangkutan berhenti menderita kejang-kejang. Namun bagi banyak orang epilepsi adalah kondisi seumur hidup.











