Orang tua asyik dengan ponsel, anak bisa alami kecelakaan

Sumber gambar, PA
Para orang tua yang terobsesi dengan telepon genggam bisa membuat anak-anak mereka mengalami kecelakaan, kata dokter anak di Inggris, Dr Rahul Chodarhi.
"Kecelakaan sering kali terjadi ketika seseorang tidak berkonsentrasi dan telepon genggam adalah salah satu penyebab terbesar seseorang kehilangan konsentrasi," kata Chodarhi, seperti dikutip kantor berita Press Association.
Ia menyampaikan pernyataan ini setelah satu kajian memperlihatkan hampir 25% orang tak bisa mencegah anak-anak mereka mengalami kecelakan karena "terlalu sibuk dengan telepon genggam mereka".
- <link type="page"><caption> Maukah Anda beli ponsel biasa seharga Rp4,2 juta?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/02/160225_majalah_ponsel_punkt.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Kazakhstan larang ponsel pintar di kantor-kantor pemerintah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/03/160318_majalah_larangan_ponsel.shtml" platform="highweb"/></link>
Survei ini juga menunjukkan 15% remaja mengalami kecelakaan atau nyaris celaka, terutama di jalan, karena perhatian mereka tertuju ke telepon genggam.
"Kecelakaan bisa terjadi hanya dalam hitungan beberapa detik dan saya meminta orang tua dan juga remaja untuk mengubah tingkah laku mereka," kata Chodarhi.
Katrina Phillips, pegiat dari organisasi yang mengkampanyekan keselamatan anak, mengatakan tak dipungkiri ponsel pintar sangat bermanfaat, mulai dari membantu belanja online hingga berkomunikasi dengan sanak saudara.
Tapi ponsel juga membuat orang kehilangan konsentrasi, yang membuka peluang terjadi kecelakaan.
"Kecelakaan serius bisa terjadi karena kita kadang-kadang terlalu asyik dan tak memperhatikan sekeliling," kata Phillips.









