Pembunuhan gorila Harambe tuai kecaman di media sosial

Sebuah video menunjukan anak itu diseret oleh gorila di dalam parit.

Sumber gambar, REUTERS

Keterangan gambar, Sebuah video menunjukan anak itu diseret oleh gorila di dalam parit.

#TrenSosial: Pembunuhan gorila di kebun binatang AS setelah bocah empat tahun jatuh ke kandangnya, memicu kemarahan di media sosial.

Banyak yang mengatakan gorila jantan bernama Harambe itu tidak seharusnya ditembak mati karena dia tidak melukai bocah itu. Beberapa menggunakan tagar #JusticeForHarambe (Keadilan untuk Harambe).

Lainnya mengatakan orang tua yang harus bertanggung jawab karena tidak mengawasi anaknya dengan baik pada insiden yang terjadi Sabtu lalu.

Pihak kebun binatang menembak mati gorila tersebut setelah dia memegang dan menyeret bocah itu. Mereka mengatakan situasinya "mengancam jiwa."

  • <link type="page"><caption> Binatang langka dan terancam punah yang tertangkap kamera di Indonesia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/05/160501_vert_earth_gadis.shtml" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Inilah dinosaurus terbesar yang pernah hidup di Bumi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_earth/2016/02/160211_vert_earth_dinosaurus_raksasa.shtml" platform="highweb"/></link>

Pengguna Twitter, StrayanRepublic, menulis: "#HARAMBE tidak menyeretnya untuk membunuh... dia melindungi anak itu dari ancaman teriakan-teriakan turis."

Kenz, pengguna lainnya, mengatakan: "#JusticeForHarambe sangat sedih bahwa hewan langka harus dibunuh karena orang tua yang ceroboh."

Sementara itu, Andrue berpendapat: "Mengapa kebun binatang tidak memiliki obat bius instan?"

Harambe lahir di penangkaran di Texas dan pindah ke kebun binatang Cincinnati pada tahun 2014.

Sumber gambar, REUTERS

Keterangan gambar, Harambe lahir di penangkaran di Texas dan pindah ke kebun binatang Cincinnati pada tahun 2014.

Lebih dari 60.000 orang juga telah menandatangani petisi meminta orang tua bocah itu dimintai "pertanggung jawaban atas kurangnya pengawasan dan kelalaian yang menyebabkan Harambe kehilangan hidupnya."

Kebun binatang Cincinnati sementara waktu menutup bagian pameran gorila karena insiden tersebut.

Direktur kebun binatang Thane Maynard mengatakan, "petugas dihadapkan pada pilihan sulit dan mereka membuat keputusan yang benar karena mereka menyelamatkan nyawa bocah itu. Ini bisa menjadi buruk."

Dia mengatakan obat penenang tidak akan memiliki efek yang cukup cepat. Maynard mengatakan bahwa meskipun anak itu tidak diserang, ia "pastinya berada dalam situasi berbahaya".

Dia menambahkan, kita semua bersedih bahwa kecelakaan tragis ini mengakibatkan kematian gorila yang terancam punah. Ini adalah kehilangan yang besar untuk kebun binatang dan populasi gorila di seluruh dunia."

Harambe lahir di penangkaran di Texas dan pindah ke kebun binatang Cincinnati pada tahun 2014.