Ibu di Inggris ingin gunakan sel telur mendiang putrinya

Sumber gambar, SPL
Seorang ibu di Inggris mengajukan gugatan banding atas keputusan yang melarang dia menggunakan sel telur beku milik mendiang putrinya.
Perempuan berusia 60 tahun yang tidak disebutkan namanya, selain dengan sebutan Nyonya M, ingin melahirkan cucu dari rahimnya sendiri dengan menggunakan sel telur tersebut.
Pembekuan sel telur ditempuh setelah putrinya -yang dirujuk di pengadilan sebagai A- menderita kanker usus pada usia 23 tahun, atau lima tahun sebelum meninggal.
- <link type="page"><caption> Kembar Vietnam dari dua ayah berbeda</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/03/160309_majalah_vietnam_kembar" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Pengujian sel punca pertama dalam rahim akan dimulai</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/10/151012_majalah_sel_punca" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Pembekuan rahim bantu perempuan penderita kanker untuk hamil</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/10/151008_majalah_pembekuan_rahim" platform="highweb"/></link>
Nyonya M meminta agar sel telur itu ditanamkan di rahimnya karena menurutnya sesuai dengan keinginan mendiang putrinya, seperti dilaporkan wartawan BBC, Clive Coleman.
Pada Januari 2010, bersamaan dengan memburuknya kondisi kesehatannya, A menyadari tentang sel telurnya yang dibekukan tersebut.
Menurut penasehat hukum Nyonya M, A mengatakan kepada ibunya, "Saya ingin Anda membawa bayi saya ... saya melakukan IVF untuk menyelamatkan sel telur demi sesuatu ... saya ingin Ibu dan Ayah membesarkan mereka, mereka akan aman bersamamu."
Namun otorita berwenang Inggris untuk masalah kesuburan, Human Embryology and Fertilisation Authority, menolak untuk mengeluarkan sel telur A dari tempat penyimpanan dengan alasan mendiang putrinya tidak memberi persetujuan sepenuhnya.
Tahun lalu, pengadilan mendukung keputusan tersebut namun Nyonya M kini mengajukan banding dalam kasus hukum yang dilaporkan sebagai yang pertama kali di Inggris.









