Kaum muda Johannesburg mencari kerja di pinggir jalan

Johannesburg
Keterangan gambar, Upaya Malwandle mencari kerja menjadi pembicaraan di media sosial.
    • Penulis, Nomsa Maseko
    • Peranan, Wartawan BBC di Johannesburg

Kaum muda pencari kerja di Johannesburg, Afrika Selatan, mulai turun langsung ke jalan membawa plakat guna mencari kerja sesuai dengan keahliannya.

Hal ini merupakan pemandangan yang tidak biasa, namun dengan tingkat pengangguran mencapai sekitar 26,7% -yang tertinggi sejak berakhirnya rezim apartheid pada 1995 lalu- tampaknya banyak pencari kerja yang mencoba segala cara.

Sejak awal 2016, sekitar 300.000 lapangan kerja ditutup dan yang paling terpukul adalah kaum muda.

  • <link type="page"><caption> Robot belum akan ambil alih kerja manusia sampai 2035</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/02/160226_majalah_robot_kerja" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Malaysia rekrut kembali tenaga asing gelap termasuk TKI</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160218_dunia_malaysia_tki" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Dua bulan pertama 2016, belasan ribu orang di-PHK</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/02/160216_indonesia_buruh_phk" platform="highweb"/></link>

Diperkirakan sekitar lima juta warga Afrika Selatan saat ini menganggur dan 3,5 juta di antara mereka berumur 35 tahun ke bawah.

Johannesburg
Keterangan gambar, Tamatan universitas di Johannesburg biasanya menyerahkan biodata di pusat lapangan kerja atau Harambee.

Dari jumlah pengangguran itu, 170.000 merupakan tamatan universitas, termasuk Anthea Malwandle.

Dia menjadi terkenal setelah fotonya secara meluas beredar di media sosial, yang memperlihatkan dia berdiri di pinggir jalan membawa plakat bertuliskan bahwa dia tamatan Teknik Kimia yang sedang mencari kerja.

Johannesburg
Keterangan gambar, Buruh bangunan dan tukang listrik sedang 'menjajakan' diri di pinggir jalan Johannesburg.

"Setelah mencari kerja selama setahun lebih, saya meragukan apakah uang dan kerja keras yang saya habiskan di pendidikan tinggi ada nilainya," katanya dalam wawancara dengan stasiun radio setempat setelah fotonya menjadi viral di internet.

Namun kini dia mengaku sudah mendapat beberapa tawaran pekerjaan, akibat fotonya tersebut.

Biasanya para tamatan universitas di Johannesburg menyerahkan biodata di pusat lapangan kerja yang disebut Harambee. Namun bisa jadi jalan yang ditempuh Malwandle di pinggir jalan menjadi pilihan baru.