Dokter ditanyai seputar kematian Prince

Sumber gambar, AFP
Detektif di Minnesota telah menanyai seorang dokter yang bertemu penyanyi dunia, Prince, dua kali dalam minggu sebelum dia meninggal.
Surat perintah polisi juga mengungkapkan bahwa Dr Michael Schulenberg meresepkan obat untuk penyanyi itu pada tanggal 20 April - sehari sebelum dia tewas.
Tidak disebutkan apa yang diresepkan atau apakah Prince meminum obat itu.
- <link type="page"><caption> Pembagian warisan Prince senilai Rp1,3 trilliun dimulai</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/05/160502_majalah_prince_warisan" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Badan pengawas obat terlarang selidiki kematian Prince</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/04/160428_majalah_prince" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> "Nothing Compares 2 U" karya Prince yang bercerita tentang kehilangan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cul/2016/04/160426_vert_cul_lagu_prince" platform="highweb"/></link>
Polisi juga melakukan pencarian lain di rumah Prince di Minneapolis dan menyita catatan medis dari rumah sakit tempat Dr Schulenberg bekerja.
Prince memiliki resep untuk obat-obatan penghilang rasa sakit saat kematiannya yang mendadak, ungkap pejabat brwenang kepada media AS.
Tetapi tidak jelas apa peran, jika ada, obat-obatan tersebut dalam kematian Prince.
Hasil pemeriksaan post-mortem menyimpulkan bahwa penyanyi berusia 57 tahun itu meninggal bukan karena bunuh diri. Seorang pemeriksa medis mengatakan hasil lengkap bisa memakan waktu beberapa minggu.





