Badan pengawas obat terlarang selidiki kematian Prince

Sumber gambar, EPA
Pihak kepolisian yang tengah menyelidiki kematian bintang musik pop Prince meminta bantuan kepada badan penyelidik obat terlarang di Amerika Serikat (DEA), menurut laporan media.
NBC News melaporkan polisi menemukan resep obat pereda rasa nyeri yang dimiliki oleh <link type="page"><caption> Prince menyusul kematiannya yang mendadak di Minneapolis pekan lalu</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/04/160421_majalah_prince.shtml" platform="highweb"/></link>.
Pihak berwenang belum dapat memastikan apakah obat-obatan tersebut berperan dalam kematian sang musisi tersebut.
- <link type="page"><caption> "Nothing Compares 2 U" karya Prince yang bercerita tentang kehilangan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cul/2016/04/160426_vert_cul_lagu_prince.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Penjualan lagu-lagu karya Prince naik tajam</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/04/160425_majalah_musik_prince.shtml" platform="highweb"/></link>
Penyelidikan sesudah kematian <link type="page"><caption> menepis kemungkinan bahwa Prince bunuh diri</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/04/160423_majalah_prince_bukanbunuhdiri.shtml" platform="highweb"/></link>, tetapi para penyelidik medis menyatakan hasil lengkap butuh waktu beberapa pekan.
Pemusik berusia 57 tahun itu ditemukan tewas di dalam lift di Paisley Park pada tanggal 21 April lalu.

Sumber gambar, Hulton Archive
Tak ada tanda trauma pada badannya, menurut Sheriff Jim Olson, yang menyatakan sang penyanyi meninggal pada saat seorang diri.
"DEA akan bekerja untuk menentukan dari mana obat-obatan berasal, dan resep seperti apa yang didapatkan oleh Prince," kata laporan NBC.
Tak perlu khawatir
Muncul dugaan bahwa sang penyanyi ini kecanduan obat pemati rasa Percocet yang ia konsumsi sejak tahun 2009 untuk mengobati sakit di pinggangnya.
Rekan bermusiknya Sheila E berkata kepada kantor berita bahwa Prince menderita dampak aksi melompat dari speaker di atas panggung selama bertahun-tahun sementara memakai sepatu hak tinggi.

Sumber gambar, AFP
Namun dugaan ketergantungan obat telah dibantah oleh L Londell McMillan yang menjadi pengacara Prince selama bertahun-tahun.
- <link type="page"><caption> Jenazah Prince diautopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/04/160422_majalah_prince.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Bintang pop dunia, Prince, meninggal dunia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/04/160421_majalah_prince.shtml" platform="highweb"/></link>
Sekalipun McMillan mengaku Prince menggunakan obat untuk mengendalikan rasa sakit, ia berkata bahwa Prince 'tidak mengkonsumsi obat yang perlu dikhawatirkan'.
Prince dilarikan ke rumah sakit di Illinois enam hari sebelum kematiannya, ketika sedang terbang menuju lokasi konser di Georgia.
Saat itu ia dirawat sebentar dan diperbolehkan untuk meninggalkan rumah sakit beberapa jam kemudian.









