Ketegangan meliputi Pesta Sastra ASEAN, ALF 2016

Sumber gambar, BBC INDONESIA
Suasana tegang sangat terasa, dengan kehadiran puluhan petugas polisi dan desas-desus tentang akan adanya kelompok masarakat yang hendak mengacaukan penyelenggaraan Pesta Sastra ASEAN Literary Festival (ALF) 2016.
Memang agak aneh untuk suatu festival sastra, bahwa polisi tampak di mana-mana, dan kendaraan-kendaraan polisi pengangkut personal juga mendominasi lapangan parkir bagian depan Taman Ismail Marzuki.
"Bahkan acara workshop-workshop sastra yang tak ada hubungan dengan politik apa pun, juga dijaga polisi," kata Okky Madasar, Direktur Program ALF 2016.
- <link type="page"><caption> Ormas tekan pemilik rumah usir organisasi wartawan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/05/160504_indonesia_pembubaran_aji" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Peristiwa 1965 'isu yang sangat emosional' bagi sejumlah Ormas Islam</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/04/160418_indonesia_1965_ormas" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Sensor dan pemberangusan di sekitar kita, sekarang</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/11/151116_majalah_sensor_sekitar_kita" platform="highweb"/></link>
Sekitar 200 acara ALF yang berlangsung 5 hingga 8 Mei mendatang, berlangsung di berbagai lokasi yang berbeda, dan banyak diselenggarakan secara bersamaan.
Hampir setiap acaranya penuh dengan pengunjung.
"Memang, program-program festival diminati banyak orang. Banyak program yang sold out sejak jauh hari," papar Okky pula.

Sumber gambar, BBC INDONESIA
"Dan itu tak cuma untuk topik yang sensitif seperti terkait Peristiwa 1965."
Program 'Percakapan Langka Sapardi-Jokpin,' diskusi yang menghadirkan dua penyair beda generasi, Sapardi Djoko damono dan Joko Pinurbo, penuh disesaki pengunjung, padahal harus membayar karcis.
"Para sasrtrawan, intelektual, mahasiswa, anak muda, berdatangan, berkumpul, berdiskusi dan membuka ruang percakapan," kata Okky.
"Tapi ironisnya kami masih saja mendapat tekanan untuk membatalkan program-program kami."

Sumber gambar, ALF 2016
Okky menjelaskan, polisi awalnya meminta agar panitia membatalkan program-program diskusi terkait Peristiwa 65, LGBT, dan Papua.
"Mereka menyebut, mendapat keberatan dari beberapa organisasi masyarakat. Lho, kan kami tak melangagr hukum. Polisi justru seharusnya melindungi kami dari mereka, bukan justru tunduk dan menjalankan tuntutan mereka,"kata Okky.
Sempat terjadi ketidak pastian menjelang pembukaan ALF, Kamis (5/5) lalu, karena polisi mencabut izin yang semula sudah diberikan.
Namun kemudian acara tetap dibuka dengan pidato tokoh Timor Leste pemenang Nobel Perdamaian, Jose Ramos Horta.

Sumber gambar, ALF 2016
Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Moechgiyarto seperti dikutip Tempo memastikan panitia pelaksana ALF 2016 sudah mengantongi izin yang berlaku untuk penyelenggaraan ALF 2016 mulai 5 hingga 8 Mei 2016.
"Izinnya beres. Kemarin cuma sedikit ada keliru antara panitia dan polisi," katanya, di TIM, menjelang pembukaan.










