Pendapatan naik, saham Twitter anjlok

Sumber gambar, Getty
Saham Twitter menunjukkan penurunan sesaat setelah laporan pendapatan media sosial berlambang burung biru itu dirilis.
Saham Twitter tercatat anjlok sebesar 13,6% seusai sesi perdagangan Selasa (26/04).
Adapun pendapatan pada kuartal pertama, yang berakhir pada 31 Maret 2016, mencapai US$594,5 juta. Meski naik 36% dari periode yang sama tahun lalu, angka itu tidak memenuhi harapan para analis dan investor yang menduga pendapatan bakal mencapai US$607,9 juta.
- <link type="page"><caption> #TrenSosial: Kicauan-kicauan lucu TNI AU lewat akun Twitter</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/03/160331_trensosial_tni_au" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Ulang tahun Twitter: Inilah sejumlah cuitan yang mengubah hidup</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/03/160321_trensosial_twitter_cuitan" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Pesan 140 karakter merayakan ulang tahun ke-10</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/03/160321_majalah_twitter" platform="highweb"/></link>
“Ini adalah masa-masa sulit bagi Twitter,” kata koresponden teknologi BBC di kawasan Amerika Utara, Dave Lee.
Dari data yang dihimpun Lee, Twitter hanya mampu mendapatkan 5 juta pengguna aktif per bulan.
“Pertumbuhan itu tidak cukup untuk menggembirakan baik investor maupun pengiklan. Mereka justru melirik media sosial lain, seperti Snapchat dan Facebook, yang membawakan hasil kepada mereka,” ujar Lee.
Untuk menambah pengguna aktif sekaligus membangkitkan pertumbuhan, Twitter mengenalkan perwajahan baru dan menekankan tayangan video langsung selama beberapa bulan terakhir.
Akan tetapi, lantaran Facebook meluncurkan produk yang sama, Facebook Live, Twitter masih harus membuktikan bahwa skema barunya dapat menunjukkan hasil.









