Ulang tahun Twitter: Inilah sejumlah cuitan yang mengubah hidup

Mulai dari bertemu calon suami sampai mendapatkan pekerjaan. Itulah di antara cuitan yang mengubah hidup sejumlah orang pada hari ulang tahun ke-10 jejaring sosial itu.
Twitter selama 10 tahun disinggung lebih dari 78.000 kali Senin (21/03), satu dekade setelah diluncurkan oleh Jack Dorsey.
Inilah cerita cuitan yang mengubah hidup sejumlah orang.
Lamaran pertama lewat Twitter

Greg Rewis, seorang warga Amerika, memikirkan bagaimana cara tak biasa untuk melamar pacarnya saat itu, Stephanie.
Ia akhirnya memutuskan untuk mengirim pesan Twitter setelah Stephanie menolaknya dalam lamaran lewat pesan pendek lain.
"Lamaran itu pada mulanya adalah guyonan. Saya melamar Steph lewat pesan instan dan ia mengatakan saya tidak akan pernah melamarnya dengan cara yang layak. Jadi saya tulis di Twitter dan memintanya untuk melihat. Saya merasa saatnya tepat," kata Rewis.

"Cukup mengejutkan saat saya mengetahui, lamaran itu adalah yang pertama di Twitter. Bila kami tahu itu yang pertama, kami akan membuat lamaran itu lebih berkesan," tambahnya.
"Saya banyak bepergian karena kerja. Kami masih menggunakan Twitter untuk saling kontak dan kami tweet secara live dalam pernikahan kami, satu tahun setelah lamaran pada 2009," cerita Rewis.
- <link type="page"><caption> Ahok atau bukan Ahok? Media sosial kunci kemenangan Pilkada Jakarta</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/03/160314_trensosial_ahok_kampanye_twitter" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Twit Tifatul picu debat soal Islam, LGBT dan ISIS</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/02/160226_trensosial_twitter_tifatul" platform="highweb"/></link>
- Ikuti <link type="page"><caption> Facebook</caption><url href="https://id-id.facebook.com/bbc.indonesia" platform="highweb"/></link> dan <link type="page"><caption> Twitter BBC Indonesia </caption><url href="https://twitter.com/bbcindonesia" platform="highweb"/></link>

Bertemu calon suami lewat Twitter
Sumitha Dalmia dari Atlanta, Amerika Serikat, memenangkan hadiah sektiar US$10.000 lewat Twitter dalam beberapa tahun terakhir. Jadi tak mengejutkan bagi teman-teman dan keluarnya bahwa Twitter membantunya menemukan cinta sejati.

"Saya tengah mencari tiket pada September 2013 di Twitter untuk Jazzoo, acara tahunan yang diselenggarakan Kebun Binatang Atlanta," kata Sumita.

"Saya cari tiket jazzoo dan cuitan Anuj Patel (tunangannya saat ini) muncul."
"Kami mulai chatting dan tweeting yang kemudian berlanjut ke email, SMS sampai telpon dan bertemu langsung."
Mendapat kerja lewat cuitan

Marwa Mammoon, dari Mesir adalah wartawan BBC. Pada tahun 2011 saat revolusi Mesir terjadi, dia adalah ibu rumah tangga yang tak bisa ikut protes massal karena tengah hamil anak kedua.
Ia membuka akun Twitter dan itulah yang mengubah hidupnya.
"Saya hanya di rumah namun saya aktif secara politik," cerita Marwa.
"Saya pilih topik baru setiap dua minggu, seperti sunat perempuan, pelecehan seksual dan isu perempuan lain yang terjadi di dunia Arab. Saya kemudian menulis tentang itu," tambahnya.
"Saya tak sadar pengaruh apa yang saya sebarkan. Namun saya kemudian disebut di Twitter sebagai salah seorang perempuan yang paling berpengaruh di dunia Arab."
"Tak lama kemudian, semua partai politik di Mesir mencoba menarik saya. Saya tak punya uang dan perlu kerja, jadi saya mengirim pesan Twitter lucu untuk mencari kerja."
"Sebagian besar pesan Twitter saya kirimkan melalui telepon yang rusak."
"Saya bukan wartawan, saya pernah kerja dalam bidang pemasaran namun saya bekerja sebagai pemimpin redaksi satu website yang dibentuk oleh investor Amerika."
Situs ini berhasil dan setelah beberapa tahun Marwa bekerja di PBB. Ia kemudian bekerja di Radio Belanda sebelum bergabung dengan BBC.









