Saintis temukan kemungkinan perawatan baru Alzheimer

Sayatan otak penderita Alzheimer (kiri) dan otak normal (kanan).

Sumber gambar, SPL

Keterangan gambar, Sayatan otak penderita Alzheimer (kiri) dan otak normal (kanan).

Saintis yakin injeksi protein alami dapat mengurangi gejala demensia akibat Alzheimer, setelah hasil uji coba yang menjanjikan pada tikus mencit.

Perawatan itu, IL 33, sepertinya bisa memperbaiki memori dan membantu membersihkan serta mencegah penumpukan protein di otak yang mirip dengan yang ditemukan pada pasien Alzheimer.

Percobaan pada manusia akan segera dimulai, tapi para pakar mengatakan butuh beberapa tahun untuk mengetahui apakah perawatan tersebut dapat benar-benar membantu pasien.

Studi ini dipublikasikan di jurnal PNAS.

  • <link type="page"><caption> Penyebab Alzheimer diteliti lewat DNA</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/bahasa_inggris/2013/10/131028_iptek_alzheimer.shtml" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Alzheimer bisa dicegah sepertiganya</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2014/07/140714_iptek_alzheimer.shtml" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Menghambat radang otak 'menghentikan penyakit Alzheimer'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/01/160108_majalah_obat_alzheimer.shtml" platform="highweb"/></link>

Interleukin 33, atau IL 33, dibuat oleh tubuh sebagai bagian dari pertahanan terhadap infeksi dan penyakit, khususnya di dalam otak dan saraf tulang belakang.

Pasien dengan Alzheimer diketahui memiliki jumlah IL 33 yang lebih rendah di otak mereka dibandingkan orang sehat.

Peningkatan memori

Peneliti dari University of Glasgow dan Hong Kong University of Science and Technology menguji efek dari suntikan IL 33 pada tikus mencit (Mus musculus) yang dibiakkan supaya memiliki kondisi otak mirip dengan penderita Alzheimer.

Hasilnya, tikus-tikus itu mengalami peningkatan memori dan fungsi kognitif hingga menyamai tikus normal dalam umur yang sama setelah satu pekan.

Peneliti yang memimpin studi ini, Profesor Eddy Liew, optimistis tapi juga berhati-hati akan temuannya ini.

"Meski ini temuan menarik, masih ada jarak antara temuan di laboratorium dan aplikasi klinis. Telah ada cukup 'terobosan' palsu di bidang kesehatan untuk memperingatkan kita untuk tidak terburu-buru sampai seluruh uji klinis dilakukan dengan teliti."

Direktur di badan riset Alzheimer Inggris mengatakan, "Peran sistem imun dalam penyakit Alzheimer dan penyebab demensia lainnya adalah area yang menjanjikan untuk upaya penemuan obat.

"Penelitian awal pada mencit ini menyoroti cara mendorong sistem imun untuk membersihkan protein Alzheimer yang beracun, namun kita perlu melihat hasil uji klinis sebelum mengetahui apakah pendekatan ini dapat menolong penderita penyakit itu suatu hari nanti."